• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Kamis, 23 Mei 2024

Taushiyah

KOLOM KH ZAKKY MUBARAK

Nuzulul Qur'an

Nuzulul Qur'an
Nuzulul Qur'an
Nuzulul Qur'an

Turunnya kitab suci al-Qur’an merupakan peristiwa yang sangat penting dalam sejarah kehidupan umat manusia. Ia merupakan petunjuk yang abadi bagi setiap diri manusia yang ingin meraih kesuksesan lahir dan batin, duniawi dan ukhrawi. Kitab suci yang agung dan mulia itu turun melalui tiga proses, yaitu:

 
  1. Turun sekaligus secara sempurna dari Lauhil Mahfudz ke langit yang paling tinggi.
  2. (2) turunnya al-Qur’an secara lengkap dari langit yang paling tinggi ke langit dunia yang disebut Baitul Izzah, dan
  3. (3) diturunkan dari Baitul Izzah oleh malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW secara berangsur-angsur.


Proses turunnya al-Qur’an yang ketiga ini berlangsung selama kurang lebih 22 tahun, 2 bulan, dan 22 hari.


Ayat-ayat al-Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW secara berangsur-angsur itu ada yang berkaitan dengan Asbabun Nuzul atau latar belakang turunnya ayat, dan ada yang tidak berkaitan dengan Asbabun Nuzul. Al-Qur’an diturunkan pada malam qadar atau malam kemuliaan, merupakan malam yang sangat indah yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Malam itu penuh dengan berkah, malam yang sangat mulia, dan memiliki keistimewaan tersendiri. Syaikh Muhammad Abduh memaknai kata al-Qadar dengan kata “Taqdir”. Ia berpendapat demikian, karena Allah SWT pada malam itu menakdirkan agama-Nya dan menetapkan khittah bagi Nabi-Nya.


Khittah sebagai langkah awal dalam berdakwah, bertujuan untuk mengajak umat manusia menuju jalan yang benar yang diridhai oleh Allah SWT.


Dengan aktivitas dakwah yang dijalani itu, sekaligus melepaskan umat manusia dari berbagai kerusakan dan kehancuran yang pada waktu itu sedang membelenggu umat manusia di seluruh dunia. Ahli lain mengartikan kata al-Qadar dengan “al-Syaraf” yang artinya kemuliaan dan keagungan. Maksudnya bahwa Allah s.w.t. telah mengangkat kedudukan Nabi-Nya pada malam qadar itu dan memuliakannya dengan risalah kenabian. Allah SWT mengutusnya menjadi Rasul terakhir yang menjadi rahmat bagi alam semesta. (perhatikan QS al-Qadar: 1-5).


Mengenai kapan diturunkannya al-Qur’an, terdapat berbagai pandangan yang berbeda dari para ahli. Semuanya bersumber dari al-Qur’an dan al-Sunnah. Dalam tulisan ini dapat dikemukakan sebagai berikut: Al-Qur’an pasti turun pada bulan Ramadhan berdasarkan QS al-Qadar 1-5, dan QS. al-Baqarah, 185.


Mengenai tanggal berapa diturunkannya dalam bulan Ramadhan dikemukakan berbagai pendapat, yaitu:


Pendapat (1), tanggal 17 Ramadhan dapat dipahami dari ayat yaumal taqal jam’an yang ada dalam surat Ali Imran, 155, yaitu bertemunya dua pasukan antara pasukan kaum muslimin dan pasukan kaum musyrik Quraisy yang terjadi dalam perang Badar. Perang terjadi pada tanggal 17 Ramadan. Dengan demikian al-Qur’an turun pada tanggal tersebut.


Pendapat ke (2) al-Qur’an turun pada salah satu malam dari malam-malam sepuluh terakhir bulan Ramadhan.


Pendapat ke (3) al-Qur’an turun pada tanggal-tanggal ganjil sepuluh terakhir Ramadhan, yaitu tanggal 21, 23, 25, 27, 29.


Pendapat ke (4) al-Qur’an turun pada salah satu malam dari tujuh malam terakhir bulan Ramadhan (al-Sab’ul Baqi) (HR. Muslim, 1989).


Pendapat ke (5) Nuzulul Qur’an terjadi pada malam tanggal 24 Ramadhan, disebutkan dalam hadits: Suhuf Ibarahim diturunkan pada malam pertama Ramadhan, Kitab Taurat diturunkan pada tanggal 6 Ramadhan, Injil pada tanggal 13 Ramadhan, dan al-Qur’an pada tanggal 24 Ramadhan. (Hadits Sahih riwayat Ahmad, 16370).


Pendapat ke (6) al-Qur’an turun pada malam tanggal 27 Ramadhan (Hadits Hasan riwayat Ahmad, 4577 dan 20265). Pendapat terakhir (7) al-Qur’an diturunkan pada malam terakhir Ramadhan (Hadits Hasan Riwayat Ahmad, 21654). Pendapat yang paling kuat menurut para ahli, nuzulul qur’an terjadi pada tanggal 17 Ramadhan. Demikian kajian singkat tentang Nuzulul Qur’an, semoga bermanfaat. Wallahu A’lam.


Dr. KH. Zakky Mubarak, MA, salah seorang Mustasyar PBNU


Taushiyah Terbaru