Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

KH Zakky Mubarak: Santuni Orang Miskin Lebih Baik dari Ibadah Haji Berkali-kali

KH Zakky Mubarak: Santuni Orang Miskin Lebih Baik dari Ibadah Haji Berkali-kali
KH Zakky Mubarak: Santuni Orang Miskin Lebih Baik dari Ibadah Haji Berkali-kali
KH Zakky Mubarak: Santuni Orang Miskin Lebih Baik dari Ibadah Haji Berkali-kali

Jakarta, NU Online
Ibadah Haji merupakan ibadah yang wajib bagi yang mampu, dan termasuk rukun islam yang ke lima. Bagi yang mampu tidak ada keharusan melaksanakan ibadah haji dua kali, tiga kali atau berkali-kali, melainkan cukup sekali. Kalaupun ingin kembali melaksanakan ibadah haji, hukumnya menjadi sunah.


Membantu dan menyantuni orang miskin yang susah dan mereka kesulitan dalam kehidupan ekonomi, lebih baik dari melaksanakan ibadah haji berkali-kali.


​​​​​​​Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Zakky Mubarak menjelaskan bahwa Islam sebagai agama terakhir yang sempurna dan diridhai oleh Allah swt memberikan petunjuk yang lengkap kepada semua umat manusia yang mau mengikutinya. Salah satu petunjuknya adalah menekankan asas manfaat dalam setiap amal dan perbuatan.


Menurutnya, ukuran baik atau tidaknya suatu amal dan perbuatan ditentukan dari segi manfaatnya baik bagi perseorangan, kelompok, dan masyarakat. 


"Sebagai contoh, menyantuni orang yang susah dan mereka yang kesulitan dalam kehidupan ekonomi, lebih baik dari melaksanakan ibadah haji yang kedua kali atau ketiga kalinya," jelas Kiai Zakky Mubarak sebagaimana diberitakan NU Online, Jumat (24/6/2022) dari Facebook-nya, Zakky Mubarak Syamrakh.


Karena, menurut Kiai Zakky, kewajiban ibadah haji hanya satu kali saja, sedangkan membantu orang-orang yang miskin dan menyantuni mereka yang ditimpa kesulitan lebih banyak manfaatnya untuk umat.


Ketua Lembaga Dakwah PBNU 2010-2015 ini mengisahkan, sahabat Abu Hurairah ra meriwayatkan bahwa ada seorang sahabat Nabi Muhammad saw yang melewati lembah terpencil, di sana terdapat mata air yang tawar dan jernih. Sahabat mengagumi tempat tadi, ia berkata: 


"Bagaimana jika aku mengasingkan diri dari orang yang ramai, dan tinggal di lembah itu untuk beribadah kepada Allah swt sebanyak-banyaknya dengan khusyu’ dan penuh ketenangan”. Namun demikian belum berani melaksanakan rencananya sebelum meminta izin kepada Rasulullah saw Setelah menjumpai Rasulullah dan menyampaikan maksudnya, beliau menjawab: “Jangan kamu lakukan, sebab kedudukan salah seorang diantaramu berjuang di jalan Allah lebih utama dari pada melaksanakan shalat selama tujuh puluh tahun, tidakkah kamu menghendaki ampunan Allah dan dimasukkan ke dalam surga? Berjuanglah di jalan Allah, barangsiapa berjuang di jalan-Nya maka ia akan mendapatkan surga." (HR Tirmidzi, Ahmad, dan Baihaqi).


"Kegiatan yang paling diutamakan adalah yang paling banyak mendatangkan manfaat, baik dalam kehidupan dunia maupun dalam kehidupan akhirat," terang Kiai Zakky.


Ia menegaskan bahwa asas yang paling manfaat dalam beramal harus selalu diprioritaskan. Hal ini juga berlaku dalam mengutamakan ilmu dari segi ibadah. Ibadah manfaatnya untuk pelakunya, sedang ilmu bermanfaat untuk umat secara umum.


"Ilmu dapat membimbing umat manusia menuju kesuksesan duniawi dan ukhrawi serta kebahagiaan lahir dan batin," tandas Kiai Zakky.


Editor: Abdul Manap

Daerah Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×