• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Selasa, 16 April 2024

Ngalogat

Cerita dari London (7): Gerakan Sufisme dan Interfaith Dialogue  di UK

Cerita dari London (7): Gerakan Sufisme dan Interfaith Dialogue  di UK
Neneng Yanti Kh (kanan) dan Iki Setiana Dewi (kiri) sebagai peserta English for Ulama Pemprov Jabar Angakatan Kedua. (Foto: NYKH)
Neneng Yanti Kh (kanan) dan Iki Setiana Dewi (kiri) sebagai peserta English for Ulama Pemprov Jabar Angakatan Kedua. (Foto: NYKH)

Dalam sebuah kesempatan acara di London, saya berbincang ringan dengan Sister Rabia Hassen dari Women Minhaj League, yang menjadi host acara kami (saya dan  Oki Setiana Dewi ). Ini semacam Muslimat NU-nya Minhaj Quran International, organisasi yang menjadi host-partner kami dan mengurus berbagai kegiatan dalam program English for Ulama di UK. 

 

Saya bercerita bahwa saat bertemu dengan seorang professor di Oxford dan saya menyebut nama Minhaj, beliau langsung komentar, “Oh ya, itu organisasi sufi.” 

 

“Saya baru tahu bahwa Minhaj ini gerakan sufi juga,” ujar saya kepada sister Rabia. 

 

Minhaj Quran International ini didirikan oleh seorang ulama besar asal Pakistan bernama Muhammad Tahir al Qadri, yang berpusat di Lahore Pakistan dan punya cabang di lebih 90 negara di dunia, termasuk UK. Ia menulis hampir 1.000 judul buku dalam berbagai bidang keislaman. Salah satu misi organisasi ini adalah menerbarkan kedamaian dan harmoni. 

 

Nah, sister Rabia bercerita, bahwa saat itu di UK, Islam lebih sering dilihat sebagai agama yang keras, bahkan teroris. Maka, Syeikh Al-Qadri mengajak anggota organisasinya untuk menginisiasi interfaith dialogue (dialog lintas iman) untuk menunjukkan Islam yang damai dan meningkatkan harmoni antarumat beragama. Maka, nama Minhaj Quran pun begitu populer di berbagai kelompok agama pegiat interfaith di London. 

 

Menebarkan wajah Islam yang damai di tengah masyarakat Barat yang penuh prasangka tentu tak mudah. Dan, Minhaj Quran, sebagai organisasi sosial keagamaan, yang juga mempraktikkan sufisme,  menjadi pelopor dialog lintas-iman itu di UK.

 

Neneng Yanti Khpeserta English for Ulama  Pemprov Jabar Angakatan Kedua


Ngalogat Terbaru