Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Syair Bulan Safar Karya Syekh Ibnu Rajab Al-Hanbali

Syair Bulan Safar Karya Syekh Ibnu Rajab Al-Hanbali
Foto: NU Online
Foto: NU Online

Dikalangan orang yang mengkaji kitab fikih dan hadits, nama Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali sudah sangat akrab ditelinga. Hal itu membuat sejumlah karyanya abadi sampai hari ini, seperti kitab Syarah 'ilal at-Tirmidzi, Fadhlul 'Ilmi Salaf 'ala Al-Khalaf, Al-Qawa'idul Kubra, Lathaiful Ma'arif, dan lain-lain.

Dilansir dari nu.or.id, Ibnu Rajab merupakan ulama kelahiran Baghdad tahun 736 H. Ia lahir dari keluarga yang saleh dan berilmu, dimana nama Rajab tersebut merupakan penisbatan terhadap kakeknya, yakni Abu Ahmad Rajab. Dinamai dengan Rajab karena beliau lahir di bulan Rajab. Konon kakeknya adalah seorang yang ahli dalam bidang fiqih. Adapun ayahnya adalah Ahmad bin Rajab al-Hanbali, lahir di Baghdad dan tumbuh di sana.

Al-‘Alîmi menyebut Ibnu Rajab al-Hanbali sebagai seorang berilmu yang mengamalkan ilmunya, zuhud, memiliki keteladanan, al-hafidh yang tsiqah (penghafal hadits yang terpercaya), penasihatnya kaum muslimin, orang yang memberi faedah kepada para ahli hadits, orang yang karangannya sangat indah. (Ibnu Rajab al-Hanbali ad-Dimasqi, Lathâif al-Ma’ârif fîmâ li Mawâsim al-‘Am min al-Wadhâif, Dar Ibn Katsir, Damaskus, halaman 11)  

Dalam kitabnya, Lathâif al-Ma’ârif, Ibnu Rajab dalam bab Wadhâif Syahri Shafar menyebutkan syair di bulan Safar:  

وَغَيْرُ تَقِيٍّ يَأْمُرُ النَّاسَ بِالتُّقَى ... طَبِيْبٌ يُدَاوِي النَّاسَ وَهُوَ سَقِيْم

"Orang yang tidak bertakwa memerintahkan orang-orang untuk bertakwa, (ia seperti) seorang dokter yang mengobati manusia sedangkan dirinya sedang sakit,".

يَا أَيُّهَا الرَّجُلُ الْمُقَوِّمُ غَيْرَهُ. ... هَلَّا لِنَفْسِكَ كَانَ ذَا التَّقْوِيْم

"Wahai seorang yang suka menilai orang lain, bukankah dirimu yang lebih berhak dievaluasi,". 

اِبْدَأْ بِنَفْسِكَ فَأَنْهِهَا عَنْ غَيِّهَا ... فَإِذَا انْتَهَتْ عَنْهُ فَأَنْتَ حَكِيْم ​​​

"Mulailah dari dirimu, kemudian cegahlah ia dari kesesatan. Apabila kesesatan telah sirna dari dirimu, maka engkau adalah orang yang bijaksana,"

فَهُنَاكَ يَقْبَلُ مَا تَقُوْلُ وَيَقْتَدِى ... بِالْقَوْلِ مِنْكَ وَيَنْفَعُ التَّعْلِيْم

"Maka nasihatmu akan diterima, ucapanmu akan dituruti, tutur katamu akan jadi pengajaran,".

لَا تَنْهَ عَنْ خَلْقٍ وَتَأْتِي مِثْلَهُ ... عَارٌ عَلَيْكَ إِذَا فَعَلْتَ عَظِيْم  

"Janganlah engkau melarang suatu tingkah laku sedangkan engkau melakukanya, sebuah aib besar jika engkau melakukannya,".

كَمْ ذَا التَّمَادِي فَهَا قَدْ جَاءَنَا صَفَرُ ... شَهْرٌ بِهِ الْفَوْزُ وَالتَّوْفِيْقُ وَالظَّفَرُ

"Berapa banyak orang yang memiliki tuntutan, maka ini telah datang bulan Safar kepada kita. Bulan yang disertai dengan kemenangan, taufik, dan keberhasilan,".

فَابْدَأْ بِمَا شِئْتَ مِنْ فِعْلٍ تَسُرُّ بِهِ ... يَوْمَ الْمَعَادِ فَفِيْهِ الْخَيْرُ يَنْتَظِرُ

"Maka mulailah berbuat sesuatu yang akan membuatmu senang di hari kembali (hari kiamat), maka di sana engkau akan melihat kebaikan,". 

تُوْبُوا إِلَى اللهِ فِيْهِ مِنْ ذُنُوْبِكُمْ ... مِنْ قَبْلُ يَبْلُغُ فِيْكُمْ حَدُّهُ الْعُمْرُ  

"Bertaubatlah kepada Allah di bulan Safar dari dosa-dosa, sebelum batas akhir usia menghampiri pada kalian,".

(Ibnu Rajab al-Hanbali, Lathâif al-Ma’ârif fîmâ li Mawâsim al-‘Am min al-Wadhâif, Dar el-Ibn Hazm, juz 1 halaman 79)  

Bait-bait di atas mengingatkan kita untuk senantiasa memerhatikan keadaan diri kita sendiri sebelum menasihati orang lain. Jika kita telah mengoreksi diri kita dan membenahinya, maka akan timbul teladan dalam diri, sehingga ucapan dan perilaku baik kita akan diikuti oleh orang lain.  

Begitu pula di bait-bait selanjutnya, Ibnu Rajab al-Hanbali mengingatkan kita bahwa bulan Safar telah datang, bulan yang mana di dalamnya terdapat banyak kebaikan. Beliau mengimbau kita untuk bertobat, memperbarui hubungan vertikal antara kita dan Allah SWT sebelum ajal menjemput.

Mudah-mudahan kita diberikan anugerah untuk selalu ingat kepada Allah SWT di setiap waktu dan sisa umur yang kita miliki, khususnya di bulan Safar ini. Âmîn.

Editor: Muhammad Rizqy Fauzi

Sumber:NU Online

Terkait

Hikmah Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×