Home Nasional Warta Adrahi Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Aksi Ritual dan Pencitraan Diri

Aksi Ritual dan Pencitraan Diri
Ilustrasi: NUO
Ilustrasi: NUO

Aku bercerita kepada teman-teman yang Silaturrahim Id Fitri begini : Entah sejak kapan hari-hari di negeri ini aku melihat gerakan dan aksi-aksi ritual, spiritual, ekspresi diri di ruang publik dan merasa diri paling hebat, menjadi tren publik. Ia mengalahkan gerakan intelektual, berfikir, mencipta dan aksi "menyembunyikan diri" di depan publik.

 

Mereka seperti meyakini bahwa aktivitas spiritual dan ritualistik itu paling afdhol daripada aktifitas ilmiah, aksi sosial dan kemanusiaan.

 

Seorang teman bertanya bagaimana ya dalam Islam?.

 

Aku bilang : Ini berbeda dengan apa yang disampaikan dan diharapkan Nabi Saw. Lalu aku menyebut beberapa di antaranya:

 

أحبُّ الناسِ إلى اللهِ تعالى أنفعُهم للناسِ وأحبُّ الأعمالِ إلى اللهِ عزَّ وجلَّ سرورٌ يُدخلُه على مسلمٍ أو يكشفُ عنه كُربةً أو يقضي عنه دَينًا أو يطردُ عنه جوعًا

 

"Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling bermanfaat untuk manusia. Dan amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat orang berbahagia atau melepaskan kesulitannya, atau membayarkan hutangnya atau menghilangkan kelaparannya".

 

عليك بحسن الخلق، وطول الصمت، فو الذي نفس محمد بيده، ما عمل الخلائق بمثلهما

 

"Hendaklah kau berbudi luhur atau tidak banyak bicara . Demi jiwa Muhammad di dalam Genggaman-Nya. Tak ada amal/perbuatan yang bisa menandingi keduanya".

 

إن أحبَّكم إليَّ، وأقربَكم مني في الآخرة مجلسًا، أحاسنُكم أخلاقًا، وإن أبغضَكم إليَّ وأبعدَكم مني في الآخرة أسوَؤُكم أخلاقًا، الثَّرثارون المُتفَيْهِقون المُتشدِّقون

 

"Orang yang paling Aku cintai dan yang paling dekat kepaa-Ku kelak adalah yang paling baik budinya. Orang yang paling tidak Aku sukai adalah orang paling buruk budinya, orang yang banyak bicara kosong dan yang sombong".

 

إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمُ الشِّرْكُ اْلأَصْغَرُ. قَالُوا: وَمَا الشِّرْكُ اْلأَصْغَرُ يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: الرِّيَاءُ

 

"Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah syirik kecil, yaitu riya/pencitraan."

 

KH Husein Muhammad, salah seorang Mustasyar PBNU

Terkait

Hikmah Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×