• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 26 Februari 2024

Ngalogat

Menguasai Navigasi Politik Kaum Santri

Menguasai Navigasi Politik Kaum Santri
Santri (Foto: NU Online Jabar)
Santri (Foto: NU Online Jabar)


Terkait politik atau pesta demokrasi dibutuhkan upaya dan penguatan bersama untuk menjaga persatuan dan kesatuan agar jangan sampai menimbulkan disintegrasi bangsa akibat perpecahan di dalam masyarakat yang heterogen. 


Tentu semua warga Indonesia diharapkan waspada dengan munculnya berita hoax yang dapat mengganggu stabilitas sosial sekaligus memicu permasalahan di masyarakat. 


Misalnya saja, santri tidak hanya dipandang sebagai kalangan yang paham agama. Peranan santri dalam perjalanan panjang sejarah Indonesia telah melahirkan realitas sosial politik yang berkesinambungan hingga saat ini. 


Nalar kritis selalu diuji ketika menyandang status sebagai santri. Ulama-Kiai dan NU dengan keteguhan sikapnya, kecerdikan, dan nalar kritisnya, yang tidak berubah. Para sepuh kokoh pada prinsip dengan tetap merespons setiap dinamika zaman yang terjadi untuk bertahan. Kejelian dalam bersikap, para ulama-kiai dan Nahdlatul Ulama (NU) tidak mudah tertipu dan diperdaya, yang merupakan cerminan keteguhan penuh dalam berkhidmat serta dalam kebaikan dan kebenaran. 


Keteladanan menjaga muruah bangsa ditunjukkan langsung oleh KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus). Terasa sekali dawuh beliau itu terdapat konsep kebangsaan, yang mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan semangat juang yang tinggi dalam membela bangsa dan negara. Islam adalah agama dan peradaban yang menghargai dan menjunjung tinggi kemanusiaan. Dengan kata lain, memenangkan rumah besar bernama Indonesia. 


Kemampuan adaptatif pesantren, santri dan kiai atas perkembangan zaman memperkuat eksistensinya sekaligus memberikan kontribusi yakni, mensinergikan intelektual, emosional, dan spiritual. 


Pesantren dapat mendidik santri yang tak hanya mempunyai integritas keilmuan yang memadai, tapi juga integritas moral dan etika, yang akan menjadi faktor penting ketika seorang santri kembali ke lingkungan sosialnya, termasuk dalam berpolitik. 


Pesantren bukan hanya lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia tetapi juga merupakan entitas sosial yang memiliki pengaruh cukup kuat pun sekaligus unik dalam ruang kehidupan sosial politik di Indonesia. 


Melansir dari NU Online, sebagaimana dawuh Gus Mus ; Urusan NU Memenangkan Indonesia, Bukan Capres. Sewaktu, beliau hadir pada pembukaan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama dan Halaqah Nasional Strategi Peradaban Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak, Bantul, DI Yogyakarta, Senin (29/1/2024). 


Meskipun bisa dikatakan fakta dilapangan, bahwa selama ini eksistensi perjuangan santri masih kurang dihargai di negeri ini. Padahal peran santri dan pesantren luar biasa sejak era pra-kemerdekaan hingga saat ini. Pada era modern seperti dewasa ini, santri harus memiliki wawasan dan orientasi global. 


Sebab, seorang pemimpin dituntut untuk bisa membangun jejaring dengan komunitas global demi kemajuan bangsa. Tentu ada harapan bilamana ulama dan santri yang terjun didunia politik dapat menjadikan sistem politik menjadi lebih baik. Sehingga ketika ada ulama dan santri ikut andil dalam politik serta menjadi pejabat, maka kebijakan-kebijakan yang dibuat atau diputuskan tidak akan lepas dari ajaran-ajaran yang telah dipelajari di pesantren, sehingga menjadikan kemaslahatan bagi umat.


Ngalogat Terbaru