Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Apakah Politik Itu? Ini Penjelasan Para Ulama

Apakah Politik Itu? Ini Penjelasan Para Ulama
Apakah Politik Itu? Ini Penjelasan Para Ulama
Apakah Politik Itu? Ini Penjelasan Para Ulama

Apakah politik itu dalam pandangan ulama?. Secara ideal ia dirumuskan sebagai :


تدبير الشؤون الرعية لمصالحهم فی الدنيا وسعادتهم فی الاخرة


"Pengaturan urusan-urusan publik untuk kesejahteraan mereka di dunia dan kebahagiaan mereka di akhirat".


Gus Dur mendefinisikan Politik sebagai : "seni mengatur kehidupan bersama bagaimana agar semua manusia merasa damai dan sejahtera. Jadi politik itu cara untuk sebuah cita-cita kemanusiaan".


Dalam buku Al Thuruq al Hukmiyyah Fi al Siyasah al Syar'iyyah", karya Ibnu al Qayyim, disebutkan pandangan Ibnu Aqil:


فقال ابن عقيل : السياسة ما كان فعلا يكون معه الناس اقرب الى الصلاح , وأبعد عن الفساد , وان لم يضعه الرسول صلى الله عليه وسلم , ولا نزل به وحى .


Kebijakan publik politik adalah kebijakan yang dengannya masyarakat memeroleh kemaslahatan/kesejahteraan dan terhindari dari keburukan, meskipun tidak ada teks literal atau ketentuan dari Nabi maupun dari wahyu (yang mengaturnya).


Ibnu al Qayyim, kemudian menyimpulkan :


اذا ظهرت أمارات العدل، وأسفر وجهه بأي طريق كان؛ فثم شرع الله ودينه،


"Jika telah ada indikator yang jelas sebuah keadilan melalui sumber manapun, maka di situlah aturan dan kehendak Tuhan"


Lalu Apakah Indikasi sebuah negara dipandang sebagai negara Islam. Ada lima jawaban. Semuanya benuansa Tekstualis-formalis. Berdasarkan identitas agama.


Berbeda dengan lima pandangan di atas. Imam al-Shan'ani, ulama besar dari Yaman mengatakan :


أن المقصود من إضافة الدار الى الاسلام والكفر ليس هو عين الاسلام والكفر وإنما المقصود هو الامن والخوف.... والاحكام مبنية على الامان والخوف. فكان اعتبار الامان والخوف اولى". (الكسانى, بدائع الصنائع فى ترتيب الشرائع, دار الكتاب العربى, بيروت, ط 2, 1982, ص 131.).


"Negara disebut negara Islam atau bukan, tidak dilihat dari aspek formalitasnya. Tetapi pada substansinya. Apakah ia aman dan damai atau kacau balau. Jika negara itu aman damai, maka ia negara Islam. Jika ia kacau-balau, penuh kekerasan maka ia bukan negara Islam". (Badai' al-Shanai' fi Tartib al-Syarai', Dar al-Kitab al-Arabi, Beirut, cet. II, 1982, Juz VII, hlm. 131).


KH Husein Muhammadsalah seorang Mustasyar PBNU

Terkait

Hikmah Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×