• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 4 Maret 2024

Garut

Isi Dialog Kaderisasi PMII IPI, Ini Pesan para Senior

Isi Dialog Kaderisasi PMII IPI, Ini Pesan para Senior
Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Institut Pendidikan Indonesia (PK PMII IPI) Garut menggelar Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Garut pada Ahad (19/11/2023). (Foto: NU Online Jabar/Salim)
Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Institut Pendidikan Indonesia (PK PMII IPI) Garut menggelar Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Garut pada Ahad (19/11/2023). (Foto: NU Online Jabar/Salim)

Garut, NU Online Jabar
Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Institut Pendidikan Indonesia (PK PMII IPI) Garut menggelar Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Garut pada Ahad (19/11/2023). 


Dalam pembukaan Mapada tersebut, panitia menggelar dialog kaderisasi sebagai upaya memberi gambaran akan pentingnya berproses di PMII. Dialog tersebut diisi oleh mantan Ketua Komisariat PMII STKIP Risnawati Priyatno, Sekretaris Lajnah Ta'lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Garut Muhammad Salim dan mantan Ketua rayon Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP Garut Eef Hanafi.


Risna yang juga mantan ketua Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) dua periode menyampaikan pentingnya menjiwai organisasi sebagai ruh pergerakan. Risna menilai apa yang ia dapat saat ikut berproses di PMII membuat dirinya bisa menjadi pemimpin organisasi setelah tidak lagi menjadi mahasiswa.


Selain itu, ia berpesan agar perempuan bisa ikut andil dalam mengambil kebijakan di masyarakat maupun di pemerintahan setempat agar bisa menghasilkan kebijakan yang berpihak pada perempuan yang sering kali mengalami penindasan.


Risna menegaskan bahwa organisasi menjadi laboratorium untuk terus mengasah kemampuan setiap manusia agar mampu menjawab persoalan di masyarakat. 


"Perempuan yang hebat adalah mereka yang aktif di organisasi untuk menyelesaikan masalah, selain itu belajar di organisasi untuk mengasah kemampuan agar saat kembali ke masyarakat, perempuan akan berfungsi tidak hanya dalam wilayah domestik (rumah tangga) namun juga bisa berperan aktif di masyarakat," tegas Risna yang juga Ketua LKP3A Fatayat NU Garut.


Dalam kesempatan yang sama, Kang Salim yang juga menjadi aktif sebagai kontributor NU Jabar Online berpesan agar semua kader PMII menjadi sosok teladan, dengan demikian mahasiswa lain dan masyarakat akan mengikuti kita walaupun kita tidak memberi arahan kepada mereka.


"Terkadang kita sering dibandingkan dengan anak lain, artinya sosok teladan bisa menjadi contoh tanpa harus ia sampaikan pesan kebaikan orang lainu," ujar Kang Salim. 


Sebagai Informasi, kegiatan Mapada diikuti oleh 70 calon anggota yang terdiri dari berbagai jurusan yang ada di IPI. MAPABA tersebut juga dilaksanakan di Gedung PCNU Jalan Suherman nomor 117 Pancalikan Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut selama tiga hari.


Garut Terbaru