• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 15 April 2024

Garut

Habib Umar bin Husein Assegaf Tegaskan Orang bisa Mulia karena Beriman dan Mencintai Nabi SAW

Habib Umar bin Husein Assegaf Tegaskan Orang bisa Mulia karena Beriman dan Mencintai Nabi SAW
LD PBNU, Habib Umar bin Husein Assegaf. (Ilustrasi Foto: Yt Ponpes Cipasung).
LD PBNU, Habib Umar bin Husein Assegaf. (Ilustrasi Foto: Yt Ponpes Cipasung).

Garut, NU Online Jabar
Diutusnya Nabi Muhammad SAW ke dunia menjadi berkah bagi seluruh umat manusia. Terlebih bagi orang yang beriman kepada Allah SWT dengan disertai mengimani kerasulan Nabi Muhammad SAW. Keberkahan itu menjadi berlipat ganda, mengingat dengan diutusnya Nabi Muhammad SAW, Allah telah mensucikan jiwa manusia setelah sebelumnya berada dalam kesesatan yang nyata.


Hal tersebut diungkapkan salah seorang pengurus Lembaga Dakwah (LD) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Habib Umar bin Husein Assegaf saat mengisi ceramah keagamaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1445 H yang bertempat di Komplek Masjid Nurul Ikhlas Kampung Sayuran Kecamatan Leles Kabupaten Garut, Ahad (15/10/2023) malam. 


"Sungguh Allah benar-benar telah memberikan anugerah dan karunia-Nya yang sangat luar biasa kepada orang-orang yang beriman meskipun hakikatnya anugerah itu juga bagi seluruh makhluk Allah. Namun orang yang betul-betul mampu memanfaatkan anugrah itu adalah orang-orang yang beriman," jelasnya.


Habib Umar bin Husein Assegaf mencontohkan bagaimana ketika orang-orang yang sebelumnya tidak beriman, mempunyai kedudukan rendah di masyarakat, ketika beriman kepada Allah dan Rasul-Nya seketika itu diangkat derajatnya menjadi orang-orang yang mulia seperti misalnya Bilal bin Rabah, Ammar bin Yasir, Abu Dzar al-Ghifari, Salman al-Farizi, serta sahabat yang lainnya.


"Sayyidina Bilal bin Rabah yang pada awalnya hamba sahaya, manusia yang tidak diperhitungkan, berada dalam kasta yang paling rendah, begitu kenal dan beriman kepada Nabi Muhammad terangkat derajatnya bahkan mendapatkan gelar radhiyallahu anhu yaitu orang yang diridai Allah SWT. Kemuliaan  Bilal bin Rabbah saat itu bahkan melebihi dan melampaui pembesar-pembesar pada zamannya yang tidak beriman kepada Nabi Muhammad. Kemuliaan itu didapat karena beriman kepada Nabi Muhammad SAW sehingga setelah ada Nabi status masyarakat  menjadi setara ibarat pepatah duduk sama rendah berdiri sama tinggi meskipun hal itu tetap mendapatkan tantangan dari orang yang tidak beriman kepada Nabi Muhammad SAW. Ungkapan duduk sama rendah berdiri sama tinggi  kemudian mengilhami negara-negara di dunia terkait dengan status manusia di tengah-tengah masyarakatnya," tuturnya. 


Habib Umar berharap agar kita senantiasa dapat mencontoh apa-apa yang diajarkan oleh Nabi terutama dalam aktivitas hidup bermasyarakat.


"Perilaku Nabi yang mesti dicontoh oleh kita dalam hidup bermasyarakat misalnya rendah hati kepada sesama, mengasihi setiap umat, termasuk berbuat baik kepada orang yang memusuhi diri sendiri. Dengan meneladani akhlak Nabi menjadi wasilah kita dimuliakan Allah SWT. Dan juga melalui meneladani sifat-sifat yang ada pada diri Nabi, kita berharap akan dikumpulkan bersama dengannya," tandas Habib Umar.


Ia mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur'an surat An-Nisa ayat 69:


 وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ فَاُولٰۤىِٕكَ مَعَ الَّذِيْنَ اَنْعَمَ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ مِّنَ النَّبِيّٖنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاۤءِ وَالصّٰلِحِيْنَ ۚ وَحَسُنَ اُولٰۤىِٕكَ رَفِيْقًا 


Artinya: "Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad), maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pencinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya." (QS an-Nisa [4]: 69). 


Garut Terbaru