• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Jumat, 19 April 2024

Garut

Mustasyar PCNU Garut: Hukum Ngarawat Lingkungan Sarua Wajibna jeung Sholat

Mustasyar PCNU Garut: Hukum Ngarawat Lingkungan Sarua Wajibna jeung Sholat
Mustasyar PCNU Garut: Hukum Ngarawat Lingkungan Sarua Wajibna jeung Sholat
Mustasyar PCNU Garut: Hukum Ngarawat Lingkungan Sarua Wajibna jeung Sholat

Garut, NU Online Jabar
Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Garut sekaligus sesepuh Pondok Pesantren Luhur Al Wasilah KH Thontowi Jauhari menyampaikan pentingnya menjaga lingkungan sama wajibnya dengan melaksanan sholat. Hal tersebut disampaikan saat menjadi narasumber fikih lingkungan dalam kegiatan sosialisasi peran dan fungsi tokoh agama, kiai dan santri dalam menjaga Daerah Aliran Sungai (DAS).


Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Kantor Kementrian Agama Kabupaten Garut bekerjasama dengan Balai Pengelola Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Cimanuk Citanduy di Pondok Pesantren Luhur Al Wasilah Jl. Cipanas Baru Tarogong Kaler Kabupaten Garut-Jawa Barat. Jum'at (30/12).


Menurutnya, alasan kenapa menjaga lingkungan sama wajibnya dengan melaksanakan sholat, diantaranya yaitu sebelum melaksanakan shalat, pastinya kita harus bersuci dengan air yang suci dan mensucikan, namun bisa kita bayangkan jika air yang ada di lingkungan kita kotor akibat lingkungan yang tidak dirawat.


"Lamun sholat kan kudu wudhu heula, lamun caina kotor hukumna sah teu?," tanya Kiai Thontowi para peserta yang hadirnya dengan bahasa sunda.


"Tidak..." jawab para hadirin


"Matak meh aya cai nu suci bari nyucikeun, lingkungana kudu dirawat, numatak secara tidak langsung hukumna ngarawat lingkungan sarua wajibna jeung hukumna sholat," tegas Kiai yang juga pernah menjabat sebagai Rais Syuriah PCNU kabupaten Garut.


Selain itu, Kiai Thontowi menilai, ada lima keutamaan dalam melestarikan alam, diantaranya yaitu:

 
  1. Shadaqah Jariyah, dimana jika kita menanam pohon maka akan ada banyak makhluk hidup lain yang hidup pada pohon yang kita tanam seperti halnya semut, burung, ulat dan sumber air.
  2. Tanda syukur kita kepada Allah, karena dengan menjaga alam kita secara tidak langsung bersyukur atas anugrah yang telah kitab terima. Jika kita bandingkan dengan biaya menanak satu pohon di Arab saudi, tentunya lebih mahal ketimbang biaya hidup manusia.
  3. Jalan mendapat ampunan, ia analogikan seperti kisah seorang pelacur yang masyhur dikenal namun diampuni dosa atas maksiatnya karena memberi air pada anak anjing yang sedang kehausan. Hal tersebut tidak bisa terjadi jika air yang layak minum tidak tersedia pada lingkungan yang terawat.
  4. Memberi kebahagiaan kepada sesama manusia, dimana kita merasakan jika sedang musim panas maupun hujan yang jauh dari pemukiman kita sering mencari pohon yang rindang untuk berteduh.
  5. Menjaga lingkungan merupakan perbuatan saling menyayangi, dan imbalannya mendapat kasih saya dari Allah SWT.
  6. Menjaga lingkungan menjadi jalan menuju surga nya Allah SWT.


Selain itu, kelapa kantor kemenag Kabupaten Garut H Cece Hidayat menyampaikan tujuan menjaga lingkungan adalah upaya untuk memperpanjang usia bumi agar lebih bermanfaat, jika tidak dirawat maka akan menimbulkan bencana.


Sehingga, menurut Kang Cece sapaan akrabnya Pesantren berperan untuk menjaga lingkungan, terutama menghasilkan generasi muda yang menjadi motor penggerak penghijauan.


Sebagai informasi, hadir dalam kesempatan tersebut kepala BPDAS Lukman Hakim, Kepala Kantor Kemenag Garut H Cece Hidayat, Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren H. Aom Muhtarom, Ketua FPP Garut Aceng Nurjaman, Ketua FKPQ Jajang, dan Ratusan Peserta dari kalangan Pondok Pesantren serta pendidikan keagamaan lainnya.


Pewarta:  Muhammad Salim
Editor: Muhammad Rizqy Fauzi


Garut Terbaru