• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Selasa, 16 April 2024

Taushiyah

KOLOM KH ZAKKY MUBARAK

Dua Sisi Kehidupan Dunia

Dua Sisi Kehidupan Dunia
Dua Sisi Kehidupan Dunia
Dua Sisi Kehidupan Dunia

Kehidupan dunia yang dijalani oleh semua umat manusia, terdiri dari dua aspek, yaitu aspek lahir dan aspek batin. Dilihat dari aspek lahirnya, kehidupan dunia itu sangat indah dan menggiurkan. Banyak orang yang terpesona terhadap keindahannya yang mengakibatkan mereka terperdaya oleh kenikmatan yang bersifat sementara. Kehidupan dunia dari satu sisi banyak memperdayakan dan menipu umat manusia. Karena itu, Allah s.w.t. berpesan agar kita tidak terperdaya dan terpesona dengan tipuan duniawi tersebut. 


يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّ وَعۡدَ ٱللَّهِ حَقّٞۖ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُم بِٱللَّهِ ٱلۡغَرُورُ 


"Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah," (QS. Fathir, 35:05).


Dalam ayat lain ditegaskan bahwa kehidupan dunia dengan berbagai macam pernak perniknya yang menggiurkan adalah merupakan tipuan yang banyak menjeremuskan umat manusia. Sebaliknya, dari sisi yang lain, kehidupan dunia adalah merupakan peringatan dan pelajaran yang berharga agar umat manusia tidak terjerumus dalam kubangan kemewahan dan keindahannya.


كُلُّ نَفۡسٖ ذَآئِقَةُ ٱلۡمَوۡتِۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوۡنَ أُجُورَكُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۖ فَمَن زُحۡزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدۡخِلَ ٱلۡجَنَّةَ فَقَدۡ فَازَۗ وَمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَآ إِلَّا مَتَٰعُ ٱلۡغُرُورِ 


"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (QS. Ali Imran, 03:185).


Dari aspek batiniahnya, kehidupan dunia merupakan pelajaran yang sangat berharga bagi mereka yang menggunakan akal dan pikirannya. Dengan menggunakan akal, pikiran, dan kalbunya, manusia akan menyadari bahwa kehidupan dunia dengan segala kenikmatannya itu, hanya bersifat sementara. Karena itu, kita harus bisa memanfaatkan kehidupan dunia ini dengan baik. Kita harus melakukan kegiatan ibadah dan amal shaleh, sehingga dapat memanfaatkan kehidupan dunia untuk kebaikan dan mempersiapkan bekal di akhirat. Dengan demikian, kita akan memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat, seperti doa yang selalu kita sampaikan: 


وَمِنۡهُم مَّن يَقُولُ رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِي ٱلدُّنۡيَا حَسَنَةٗ وَفِي ٱلۡأٓخِرَةِ حَسَنَةٗ وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ 


"Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka". (QS. Al-Baqarah, 02:201).


Berkaitan dengan dua sisi kehidupan dunia tersebu, Abu Thalib al-Makki pernah berkata: “Barang siapa yang memperhatikan dunia pada awal sifatnya, maka ia tidak akan tertipu pada akhirnya. Barang siapa yang memahami hakikat dunia pada batinnya, ia tidak akan takjub dan terpikat pada lahiriahnya dunia yang penuh dengan kenikmatan dan keindahan. Barang siapa yang memahami akibat yang ditimbulkan dunia, maka ia sama sekali tidak akan tergiur dengan kenikmatan dan keindahannya”.


Dr. KH. Zakky Mubarak, MA, salah seorang Mustasyar PBNU


Taushiyah Terbaru