• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 4 Maret 2024

Pangandaran

Ketua PCNU Pangandaran Ungkap Cara Menasehati Pemimpin Sesuai Ajaran Islam

Ketua PCNU Pangandaran Ungkap Cara Menasehati Pemimpin Sesuai Ajaran Islam
Ketua PCNU Pangandaran Ungkap Tata Cara Menasehati Pemimpin Sesuai Ajaran Islam
Ketua PCNU Pangandaran Ungkap Tata Cara Menasehati Pemimpin Sesuai Ajaran Islam

Pangandaran, NU Online Jabar
Sebagai masyarakat yang berada di negara dengan prinsip demokrasi ini tentu mempunyai peran penting dalam kemajuan negara bahkan daerah yang di pijak, seperti memberi nasihat dan aspirasi kepada para pemimpin. 


Menanggapi hal tersebut, Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pangandaran KH Raden Hilal Faridz menjelaskan etika dalam menasehati seorang pemimpin. Ia menilai, melakukan hal tersebut ada tata cara yang bisa dilakukan sesuai dengan anjuran ajaran Islam.


"Namun hal tersebut penting untuk dilakukan dengan cara yang santun dan damai guna menjaga ketertiban dan menghormati orang lain," jelasnya saat diwawancara NU Online Jabar pada Ahad (3/12/2023).


KH Raden Hilal mengutip salah satu penjelasan dalam Kitab Ihya Ulumudin halaman 337:


قد ذكرن درجات الأمر بالمعروف وأن أوله التعريف و ثانيه الوعظ وثالثه التخشين في القول و رابعه المنع بالقهر في الحمل عل الحق بالضرب و العقوبة 
والجاءز من جملة ذلك لأحاد الرعية مع السلطان فأنا ذلك يحرك الفتنة و يهيج الشر و يكون ما يتولد منه من المحذور أكثر


Artinya: "Ketahuilah bahwa teguran itu Ada empat tingkatan : yang pertama yaitu memberitahu, yang kedua memberikan nasehat, yang ketiga bersikap keras dalam perkataan, dan yang keempat mencegah dengan paksaan. Tidak boleh bagi seseorang melakukan Amar ma'ruf Nahyil mungkar kepada seorang penguasa atau raja, kecuali dengan memberitahu dan menasehatinya."


"Bersikap keras dan mencegah dengan paksa termasuk sikap yang dapat menimbulkan fitnah dan hal-hal yang lebih keji daripada yang mereka alami," ujar kiai yang akrab disapa Aden tersebut.


Selain itu, Aden menyampaikan bahwa ada tatakrama dalam menyampaikan nasihat kepada seorang pemimpin. Ia mengutip salah satu hadits Nabi Muhammad SAW:


مَن كانت عندَهُ نصيحةٌ لِذي سُلطانٍ فليأخذْ بيدِهِ فلْيخلُ فليخلوا الصواب فلْيخلُ بهِ فإن قبلَها قبلَها وإن ردَّها كانَ قد أدّى الَّذي عليهِ


Artinya: "Barang siapa Yang bermaksud menasehati pemerintah/penguasa, maka tidak boleh dengan terang-terangan di tempat umum. Tapi dengan menggandeng tangannya, ajak bicara Di tempat yang sepi. Jika nasehatnya diterima, silakan bersyukur. Jika tidak diterima, maka jangan dijadikan masalah sebab sesungguhnya sudah melaksanakan kewajiban dan memenuhi haknya menasehati". (HR Hakim).


"Saya sebagai Ketua PCNU Pangandaran berharap kepada masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya secara santun. Tentu memperhatikan prinsip-prinsip Amar Ma'ruf Nahyil Munkar yang dianut oleh Ahlussunah Wal Jamaah dengan tidak bersifat menghina menggunakan bahasa yang dilarang oleh ajaran Islam," tegas Aden. 


Pihaknya juga mengingatkan sekaligus mengajak kepada masyarakat untuk tetap tenang terlebih dalam menghadapi pemilu yang sebentar lagi akan digelar dan jangan mudah terprovokasi oleh pihak-pihak tertentu.


"Seluruh Warga Nahdiyin di Kabupaten Pangandaran dimohon untuk ikut menjaga suasana masyarakat agar tetap kondusif, tenang dan sejuk," Pungkasnya.


Pangandaran Terbaru