Pangandaran

IPNU Pangandaran Kecam Tindakan Aparat dalam Demo, Desak Evaluasi Polri

Sabtu, 30 Agustus 2025 | 17:23 WIB

IPNU Pangandaran Kecam Tindakan Aparat dalam Demo, Desak Evaluasi Polri

Sekretaris IPNU Pangandaran, Muslih Kurnia. (Foto: NU Online Jabar)

Pangandaran, NU Online Jabar
Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Pangandaran mengecam tindakan represif aparat kepolisian dalam demonstrasi 28 Agustus 2025 yang menyebabkan seorang pengemudi ojek online (ojol) meninggal dunia.

 

Sekretaris IPNU Pangandaran, Muslih Kurnia, menilai insiden tersebut mencoreng citra kepolisian sekaligus melukai nilai-nilai kemanusiaan. Menurutnya, aparat yang seharusnya melindungi masyarakat justru melakukan tindakan yang tidak dapat ditoleransi.

 

“Kami dari PC IPNU Pangandaran dengan tegas mengutuk tindakan represif aparat, khususnya tragedi penindasan pengemudi ojek online oleh mobil Brimob. Polisi seharusnya hadir untuk mengayomi masyarakat, bukan menjadi ancaman bagi rakyat kecil yang mencari nafkah,” tegas Muslih, Jumat (29/8/2025).

 

Muslih menambahkan, kejadian tersebut menjadi bukti bahwa Polri membutuhkan evaluasi menyeluruh.

 

“Kami meminta Presiden untuk segera bertindak. Kapolri harus dicopot karena gagal mengendalikan anggotanya dan menjaga citra Polri sebagai pelindung masyarakat. Tindakan aparat terhadap ojol itu adalah puncak kezaliman yang tidak boleh dibiarkan,” ujarnya.

 

IPNU Pangandaran juga menyatakan mendukung penuh instruksi PP IPNU agar seluruh kader di berbagai daerah bersuara serentak menuntut evaluasi Polri dan pencopotan Jenderal Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kapolri.

 

Menurut PC IPNU, institusi Polri perlu segera melakukan pembenahan internal agar lebih profesional, humanis, dan berpihak kepada masyarakat kecil. Mereka juga menyerukan agar seluruh proses hukum terhadap pelaku tindakan represif dilakukan secara transparan, akuntabel, dan terbuka.

 

Kontributor: Ziez