• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 27 Mei 2024

Ngalogat

KOLOM NADIRSYAH HOSEN

Jalan Tuhan

Jalan Tuhan
(Ilustrasi: NU Online).
(Ilustrasi: NU Online).

Bait-bait Rumi ini mewakili kita semua para pencari rahmatNya:


“You opened the door of my heart and filled it with the pain of love. Shaken, I ran to seek comfort from others, but they did not respond to my lament. Alone and desperate, I beg You, do not forsake me now” #rumi


Kita yang penuh dosa ini sering meninggalkan jalanNya namun kita selalu memohon agar Tuhan jangan meninggalkan kita. Jangan pula menunggu bersih untuk bisa mendekatiNya, berjalan-lah menujuNya nanti kita akan dibersihkan. 


Ibn Athailah menasehati kita: 


“Jika Tuhan telah membuka jalanmu kepadaNya, usahlah kau risaukan amalan mu yang masih sedikit, karena itulah caraNya memperkenalkan diriNya kepadamu” (al-Hikam). 


Kita boleh jadi kotor dan tak pantas mendatangiNya, namun rahmatNya meliputi segala sesuatu, karena itu amat pantas dan amat mudah bila Dia yang mendatangi kita. 


Pernah pula Nabi Musa bertanya, “Tuhanku, di mana aku harus mencari-Mu?”


Lalu Tuhan menjawab, “Carilah Aku di tengah-tengah mereka yang hancur hatinya”. Mari kita temani dan kasihi mereka yang tengah kesulitan, nanti Tuhan pun akan menemani kita. 


Banyak jalan menuju surga, banyak pula jalan menuju keridhaanNya. Kalau kita tidak sanggup mendatangi Tuhan dengan amal ibadah kita yang tidak seberapa, kita tetap bisa meraih anugerahNya lewat akhlak kita.


Kelak di akhirat mereka yang menjaga akhlaknya akan meraih derajat seperti mereka yang shalat malam dan puasa di siang hari (HR Abu Dawud).


Nabi juga telah berpesan bahwa “Diharamkan neraka untuk setiap orang yang santun, sopan dan memudahkan serta dekat dengan manusia” (HR Ahmad dan Tirmizi).


Walhasil, ada yang mencapaiNya dengan ibadahnya. Ada yang menggapaiNya dengan akhlak dan perbuatan baik pada sesama. Yang beruntung adalah mereka yang mendekatiNya dengan terus berbaik sangka padaNya, seraya terus berupaya membersihkan cermin hatinya. 


KH Nadirsyah Hosen, salah seorang Dosen Senior Monash Law School


Ngalogat Terbaru