• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 27 Mei 2024

Opini

KOLOM NADIRSYAH HOSEN

Perbedaan Jumlah dan Tata Cara Takbir Shalat Ied; Perbandingan Antar Madzhab

Perbedaan Jumlah dan Tata Cara Takbir Shalat Ied; Perbandingan Antar Madzhab
(Ilustrasi: NU Online Jabar).
(Ilustrasi: NU Online Jabar).

Ada yang meminta saya membahas perbedaan jumlah dan tata cara takbir yang berbeda antara Mazhab Hanafi dan Syafi’i. Sebenarnya masalah takbir dalam shalat Ied ini ada beberapa pendapat yang tercatat dalam literatur keislaman. 


Pertama, mayoritas ulama berpendapat jumlah takbir shalat Ied itu 7 kali di rakaat pertama dan 5 kali di rakaat sebelum membaca Surah Al-Fâtihah. Inilah pendapat mayoritas sahabat Nabi, para tabiin, fuqaha tujuh di Madinah, juga Khalifah Umar bin Abdul Azis.  Begitu pula pendapat Imam Syafi‘i dan Imam Malik.


Kedua, Imam Malik berpendapat 7 takbir di rakaat pertama itu termasuk takbiratulihram, sementara Imam Syafi‘i mengatakan 7 takbir itu tidak termasuk takbiratulihram. Imam Malik hanya mewajibkan mengangkat tangan saat takbir yang pertama di rakaat pertama, setelah itu tidak perlu mengangkat tangan saat membaca takbir. 


Ketiga, Ibn ‘Abbas, Anas bin Malik (keduanya sahabat Nabi) dan Sa‘id ibn Musayyab (tabiin) berpendapat, rakaat pertama dan kedua sama-sama 7 kali takbir.


Keempat, Ibn Mas‘ud dan Abu Musa Al-Anshari (keduanya sahabat Nabi), Imam Awza‘i dan Imam Abu Hanifah (pendiri mazhab Hanafi) berpendapat, rakaat pertama shalat Ied 3 kali takbir sebelum membaca Surah Al-Fâtihah, dan pada rakaat kedua 3 kali takbir sebelum ruku‘.


Selanjutnya yang kelima, Muhammad bin Sirrin berpendapat pada rakaat pertama dan kedua membaca 4 kali takbir (tidak termasuk takbiratulihram). 


Keenam, ada pendapat  yang menyatakan 7 kali takbir pada rakaat pertama, terus membaca Al-Fâtihah, lantas pada rakaat kedua membaca Al-Fâtihah dan surah pendek lain, baru kemudian 5 kali takbir. Ini pendapat Huzaifah dan Sa‘id bin Al-Ash. 


Ketujuh, ada yang membedakan jumlah rakaat takbir pada shalat Idul Fitri dan Idul Adha. Diriwayatkan, Ali bin Abi Thalib berpendapat, pada shalat Idul Fitri 11 kali takbir (5 di rakaat pertama dan 6 di rakaat kedua), sedangkan pada shalat Idul Adha 3 kali takbir pada rakaat pertama dan 2 kali pada rakaat kedua.


Semoga ada manfaatnya untuk yang membutuhkan pembahasan yang agak aneh dan agak berat ini. Tapi gak ada khilafiah soal ngabisin opor ayam kan?


KH Nadirsyah Hosen, salah seorang Dosen Senior Monash Law School


Opini Terbaru