• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 27 Mei 2024

Hikmah

KOLOM BUYA HUSEIN

Quo Vadis; Fa Aina Tadzhabun

Quo Vadis; Fa Aina Tadzhabun
(Ilustrasi: NU Online).
(Ilustrasi: NU Online).

Hari raya Îdul Fitri telah berlalu dalam suasana mengharu biru dan menggairahkan. Wajah-wajah ceria ada di mana-mana. Anak-anak bermain-main dengan mengenakan pakaian yang bagus-bagus, dan cantik-cantik. Keakraban antar keluarga, tetangga, handai tolan, dan masyarakat terjalin dalam suasana hangat. Media sosial penuh dengan foto-foto indah dan bahagia keluarga.


Betapa indahnya hari itu. Menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya dan permohonan Maaf nan tulus. Seakan tak ada hari seindah itu.


Kini kita kembali akan menelusuri perjalanan hidup seperti hari-hari biasa di luar bulan ramadan. Dan kita tidak tahu apakah hari-hari kita masih akan panjang atau pendek. Semuanya tanpa kepastian. Semua keberadaan kita ada dalam skenario dan keputusan Tuhan. Tetapi hidup menurut Nabi adalah bagai sebuah perjalanan pengelana: ka abiri sabîl, musafir. Dan masing-masing kita akan menempuhnya selangkah demi selangkah. Fa Aina Tadzhabun? Ke mana kalian akan pergi?


Al Qur'an mengatakan :


فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَارْغَبْ


Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan, tugas), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.


Lalu pekerjaan apakah yang paling utama menuju Tuhan dan yang paling utama ?


Jalan Terbaik Menuju Tuhan 


Aku teringat : Sufi besar Abu Sa’id Ibn Abi al-Khair (w. 1049) ketika dia ditanya santrinya “Kam ‘Adad al-Thariq Min al-Khalq Ila al-Haqq” (berapa banyakkah jalan manusia menuju Tuhan?), dia menjawab:


كم عدد الطريق الی الله -فى رواية-أكثر من ألف طريق، و قال-فى رواية أخرى-: الطريق إلى الحق بعدد ذرات الموجودات، و لكن ليس هناك طريق أقرب و أفضل و أسرع من العمل على راحة شخص. و قد سرت فى هذا الطريق، و إننى أوصى الجميع به. (أسرار التوحيد في مقامات أبي سعيد)


”Ada lebih dari seribu jalan, di tempat lain ia mengatakan jalan itu sebanyak partikel yang ada di alam semesta ini. Akan tetapi jalan yang terpendek, terbaik dan tercepat menuju Dia adalah memberi kenyamanan kepada orang lain. Aku menempuh jalan ini dan aku selalu memesankan ini kepada semua orang”. (Asrar al-Tauhid fi Maqaamaat Abi Sa’id, h. 327-327).


KH Husein Muhammad, salah seorang Mustasyar PBNU


Hikmah Terbaru