Home Nasional Warta Adrahi Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Langit Desember yang Murung 

Langit Desember yang Murung 
(Ilustrasi: FB Husein Muhammad)
(Ilustrasi: FB Husein Muhammad)

Oleh: KH Husein Muhammad
Saya merenung-renung kata-kata Rumi, sang sufi penyair terbesar tersebut. Mengapa orang tak boleh menangisi kepergian seorang kekasih?. Siapapun dan dimanapun akan mengatakan bahwa perpisahan, kepergian dan lambaian tangan kekasih akan selalu seperti tak punya perasaan, menyakitkan dan menitipkan duka dan pilu untuk waktu yang mungkin panjang. Akan tetapi saya segera menemukan pelajaran dari banyak teks suci bahwa kematian bukanlah kematian. Ia adalah sekedar pindah atau meninggalkan satu tempat saja menuju ke tempat lain. Tubuh boleh hancur, tetapi ruh, tidak. Dari Tuhan kembali ke Tuhan.

 

Kata orang di dunia barat yang beriman : “Death is the gate of Life” (Kematian adalah pintu gerbang kehidupan). Ini mengingatkan kita pada kata-kata Sayyidina Ali bin Abi Thalib, menantu, sahabat, dan pengganti Nabi yang ke 4 :

 

النَّاسُ نِيَامٌ فَإِذَا مَاتُوا اِنْتَبَهُوا".

 

“Manusia di dunia ini sejatinya sedang tidur. Manakala mati, mereka bangun.”

 

Dan saya begitu yakin, Gus Dur akan mengatakan sebagaimana kata-kata yang diucapkan sang martir rindu Tuhan, Husain Manshur al-Hallaj , menjelang kematiannya yang memilukan hati :

 

اِلهِى أَصْبَحْتُ فِى دَارِ الرَّغَائِبِ أنْظُرُ اِلَى الْعَجَائِبِ.

 

 “O, Tuhanku, aku kini telah berada di Rumah Idaman. Aku melihat di sana, betapa banyak keindahan yang mengagumkan”.

 

Sebuah hadits menyebutkan

 

أعددت لعبادى الصالحين ما لا عين رأت ولا أذن سمعت ولا خطر على قلب بشر

 

“Aku telah siapkan untuk hamba-hamba-Ku yang saleh, tempat di mat mata tak pernah melihat (keadaan seperti itu), telinga tak pernah mendengar (suara indah seperti itu), dan tak pernah terlintas di hati siapapun”

 

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

 

"(yaitu) pada hari di mana harta dan anak-anak tidak berguna. Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih."

 

Sumber: FB Husein Muhammad

Terkait

Hikmah Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×