Sumedang

Pelatihan Jenazah di Tanjungkerta Bekali Warga Keterampilan Lengkap Fardhu Kifayah

Ahad, 31 Agustus 2025 | 16:28 WIB

Pelatihan Jenazah di Tanjungkerta Bekali Warga Keterampilan Lengkap Fardhu Kifayah

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang (Foto: Dok. Pribadi)

Sumedang, NU Online Jabar
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat menyelenggarakan pelatihan mengurus jenazah di Masjid Besar Arrahmat, Kamis (28/8/2025). Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan masyarakat dari setiap desa se-Kecamatan Tanjungkerta.


Pelatihan bertujuan memberikan pemahaman sekaligus keterampilan praktis kepada masyarakat dalam melaksanakan kewajiban fardhu kifayah. Peserta mendapatkan materi lengkap mulai dari memandikan, mengkafani, menyalatkan hingga menguburkan jenazah sesuai tuntunan syariat Islam.


Ketua MUI Kecamatan Tanjungkerta, KH. Masrur Jaelani, menegaskan pentingnya umat Islam memiliki pengetahuan dasar terkait pengurusan jenazah.


“Seringkali kita hanya menyerahkan urusan ini kepada orang tertentu saja. Padahal, setiap muslim seharusnya memiliki pengetahuan dan kemampuan dasar dalam mengurus jenazah. Dengan adanya pelatihan ini, kita berharap semakin banyak masyarakat yang siap dan sigap ketika dibutuhkan,” ujarnya.


Kegiatan menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi fiqih jenazah yang berpengalaman. Selain penyampaian teori, peserta juga dipandu praktik secara langsung, mulai dari simulasi memandikan, mengkafani, melaksanakan shalat jenazah, hingga tata cara penguburan.


Salah seorang peserta, Saepudin Aziz, menyampaikan rasa syukurnya bisa mengikuti kegiatan tersebut.


“Alhamdulillah, pelatihan ini sangat bermanfaat. Selama ini kami hanya tahu sekilas, tetapi setelah mengikuti kegiatan ini kami menjadi lebih paham dan percaya diri. Semoga ilmu yang kami dapat bisa kami amalkan di masyarakat,” ungkapnya.


Pelatihan berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Para peserta aktif bertanya, mencatat, serta mengikuti setiap arahan dengan saksama. Bahkan sebagian berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin agar pengetahuan yang diperoleh semakin melekat di masyarakat.


Menutup acara, panitia mengajak peserta untuk menjadi agen dakwah dengan menularkan ilmu yang didapat kepada lingkungan sekitar.


“Semoga dengan adanya pelatihan ini, masyarakat Tanjungkerta semakin siap dalam melaksanakan kewajiban fardhu kifayah, serta semakin kokoh dalam menjalankan syariat Islam di bidang sosial kemasyarakatan,” pungkas panitia.