Home Nasional Warta Adrahi Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Langit Desember yang Murung: Saat Gus Dur Diturunkan ke Tempat Peristirahatan Abadi

Langit Desember yang Murung: Saat Gus Dur Diturunkan ke Tempat Peristirahatan Abadi
(Ilustrasi: FB Husein Muhammad)
(Ilustrasi: FB Husein Muhammad)

Oleh: KH Husein Muhammad
Di Kompleks pesantren Tebuireng, Jombang, ribuan masyarakat sejak pagi telah menunggu kedatangan Gus Dur. Bahkan sepanjang jalan dari Surabaya menuju Jombang masyarakat dari kampung-kampung dan kota berjejer menyambut sang guru bangsa itu meski dalam suasana duka. Manakala iring-iringan rombongan jenazah melewati mereka menunduk hormat, sebagian mengusap-usap air mata sambil melambai-lambaikan tangannya.

 

Di Pesantren Tebuireng Jombang, upacara penyambutan sekaligus pelepasan sebagai penghormatan terakhir atas kepulangan Gus Dur akan dipimpin oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono dalam upacara resmi kenegaraan. Tempat istirahat Gus Dur berada di samping makam kakeknya Hadratusyekh K.H. Hasyim Asy'ari dan ayahnya K.H. A. Wahid Hasyim.

 

Pesan Gus Dur 
Beberapa saat lagi, sebelum tubuhnya diturunkan ke bumi, tempat peristirahatannya yang terakhir, Gus Dur mungkin masih akan membagi kegembiraan dan pesan kepada para pengantarnya untuk tidak menangisi kepulangannya. Mungkin beliau akan mengatakan seperti pesan Maulana Jalaluddin Rumi pada momen yang sama :

 

لَا تَبْكِ عَلَى قَبْرِي   صَارِخاً :  " وَآ اَسَفَاه ، رَحَلْ !"
فَاِنَّهُ لِي زَمَنُ اللِّقَاءِ البَهِيْج

 

"Jangan menangis: “Aduhai kenapa pergi!”
Pada hari pemakamanku
Bagiku, inilah pertemuan yang membahagiakan.

 

Beliau juga berpesan :

 

لَا تَقُلْ "وِدَاعًا وِدَاعًا"
حِيْنَمَا وُضِعْتُ فِي التُّرابِ
فَهُوَ حِجَابٌ لِلرَّحْمَةِ الأَبَدِيَّةِ
أَنْتَ رَأَيْتَ "النُّزُولْ "
فَانْظُرْ الآنَ إِلَى الصُّعُودِ !

 

Jangan katakan, “Selamat tinggal”
Ketika aku dimasukkan ke liang lahat
Itu adalah tirai menuju Kasih Sayang yang abadi!
Kau telah melihat tubuhku diturunkan
Tapi lihatlah
sekarang ia naik ke puncak cakrawala.
Di tempat lain Rumi mengatakan:
Bila datang ke makamku
Untuk mengunjungiku
Jangan datang tanpa riang
Karena pada pertemuan dengan Tuhan,
Tak patut ada orang yang berduka

 

Sumber: FB Husein Muhammad

Terkait

Hikmah Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×