Kabupaten Cirebon

Ponpes KHAS Kempek Teguhkan Identitas Pesantren Ramah Lingkungan di Haul KH Aqiel Siroj

Sabtu, 30 Agustus 2025 | 19:04 WIB

Ponpes KHAS Kempek Teguhkan Identitas Pesantren Ramah Lingkungan di Haul KH Aqiel Siroj

Dewan Pengasuh Ponpes KHAS Kempek, KH Ahmad Saeni Dahlan (kiri) dan Koordinator Gerakan KHAS Lestari, Ny. Hj. Tho’atillah Ja’far (kanan) saat memberikan arahan kepada relawan santri dalam menciptakan suasana ‘Haul Ramah Lingkungan’. (Foto: NU Online Jabar/Sofhal)

Cirebon, NU Online Jabar
Pondok Pesantren KHAS Kempek, Kabupaten Cirebon, meneguhkan komitmennya sebagai pesantren ramah lingkungan dalam puncak Haul ke-36 KH Aqiel Siroj dan Harlah ke-65 pesantren, Sabtu (30/8/2025).

 

Komitmen itu diwujudkan dengan pengelolaan sampah, keterlibatan relawan santri kebersihan, serta edukasi melalui Gerakan KHAS Lestari.

 

Dewan Pengasuh sekaligus Kepala MA KHAS Kempek, KH Ahmad Zaeni Dahlan, menegaskan pentingnya kepedulian lingkungan dalam setiap kegiatan besar di pesantren.

 

“Banyak acara besar di pesantren meninggalkan tumpukan sampah. Itu harus dihentikan. Dalam Islam, hidup bersih adalah amanat. Haul ini harus menjadi bukti bahwa pesantren bisa rapi, peduli, dan menjaga lingkungan,” ujarnya.

 

Panitia menyiapkan jalur pengelolaan sampah terpisah untuk organik, anorganik, dan residu. Para santri tidak hanya bertugas memungut sampah, tetapi juga memberi arahan kepada jemaah melalui papan informasi dan imbauan langsung.

 

“Harapannya, tamu merasa nyaman sekaligus belajar bahwa haul bisa khidmat tanpa sampah berserakan,” kata Kiai Ahmad.

 

Sejak lama, Ponpes KHAS Kempek menggerakkan santri dalam kegiatan daur ulang, pengolahan limbah organik dengan maggot, dan perluasan kawasan hijau.

 

“Semua ikhtiar ini bagian dari penguatan identitas KHAS Kempek sebagai pesantren yang bersih dan berwawasan lingkungan,” tambahnya.

 

Rangkaian acara haul selama sepekan—mulai dari bahtsul masail, seminar nasional, hingga jalan sehat—diperkirakan dihadiri belasan ribu jemaah. Panitia memanfaatkan momentum ini untuk mengampanyekan hidup bersih dan ramah lingkungan, sekaligus menghapus stigma bahwa pesantren identik dengan kekumuhan.

 

“Prinsip peduli lingkungan jangan hanya berhenti di pesantren, tetapi harus menjadi kebiasaan sehari-hari. Perubahan bisa dimulai dari hal kecil, seperti membuang sampah plastik makanan pada tempatnya,” tutur Kiai Ahmad.

 

Sehari sebelum acara, ia memimpin Gerakan Jumat Bersih dengan melibatkan santri untuk mensterilkan area pesantren.

 

“Terima kasih kepada para santri atas inisiatifnya mewujudkan pesantren ramah lingkungan,” ucapnya.

 

Koordinator Gerakan KHAS Lestari, Ny. Hj. Tho’atillah Ja’far, menegaskan bahwa menjaga kebersihan merupakan kewajiban setiap Muslim.

 

“Membuang sampah pada tempatnya adalah kewajiban. Mengolah sampah memang tidak bisa sendirian, melainkan harus dilakukan bersama-sama,” jelasnya.

 

Ia menambahkan, budaya gotong royong sangat penting agar gerakan ramah lingkungan di pesantren dapat berkelanjutan.

 

“Kami ingin Ponpes KHAS Kempek menjadi percontohan pesantren ramah lingkungan. Setelah acara selesai, upayakan tidak ada sampah berserakan, zero waste langsung bersih,” tandasnya.