Kabupaten Tasikmalaya

Peringati 120 Tahun, Ponpes Suryalaya Teguhkan Peran untuk Agama dan Negara

Sabtu, 30 Agustus 2025 | 18:50 WIB

Peringati 120 Tahun, Ponpes Suryalaya Teguhkan Peran untuk Agama dan Negara

Pemukulan Kentongn oleh Pimpos dan Bupati Didampingi Ketua Panitia, Menandai Pembukaan Tasyakur Milad ke 120. (Foto: NU Online Jabar)

Tasikmalaya, NU Online Jabar
Pondok Pesantren (Ponpes) Suryalaya resmi memulai rangkaian peringatan Milad ke-120 melalui acara pembukaan di Gedung Serba Guna Sukriyah Bakti Latifah Mubarokiyah, Sabtu (23/8/2025).

Pembukaan ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, bersama Pimpinan Ponpes Suryalaya, KH. Akhmad Masykur Firdaus Arifin, sebagai simbol dimulainya rangkaian perayaan.

Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, keluarga besar pendiri Ponpes Suryalaya Abah Sepuh Syekh Abdulloh Mubarok bin Nur Muhammad dan Abah Anom Syekh Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin, pengurus Yayasan Serba Bakti, perwakilan LDTQN, GMPS, pimpinan lembaga pendidikan, ikhwan TQN dari berbagai daerah, serta tamu undangan.

Ketua Panitia Milad ke-120, Sufi Halwani, menyampaikan bahwa perayaan akan diisi berbagai kegiatan, mulai dari pawai budaya, kompetisi olahraga dan seni, kegiatan sosial, bazar, hingga hiburan. Selain itu, digelar pula Festival Hadroh tingkat Jawa Barat, pameran kesuryalayaan dan ilmiah, serta acara puncak berupa Suryalaya Award dan haul.

Dalam sambutannya, KH. Akhmad Masykur Arifin menegaskan Milad ke-120 bukan sekadar acara seremonial, melainkan momentum memperkuat kembali komitmen perjuangan para pendiri pesantren. Dengan tema “120 Tahun Pondok Pesantren Suryalaya untuk Agama dan Negara”, ia menekankan peran Suryalaya sebagai pusat bimbingan ibadah, tarekat, dan pendidikan ruhani, sekaligus mitra negara dalam menjaga keutuhan NKRI, membina masyarakat, serta menanamkan semangat nasionalisme.

“Tiga nilai utama yang diangkat dalam milad kali ini adalah Bangkit, Bersatu, dan Maju,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, sejumlah tokoh menerima penghargaan Suryalaya Award atas kontribusinya terhadap perkembangan pesantren, di antaranya R. Mahdar, Muhamad Issak, Usman Abdul Rahman, Euis Maryam, dan KH. R. Abdullah Syarif. Penyerahan penghargaan berikutnya dijadwalkan berlangsung di Kompleks MA/MTs Serba Bakti Suryalaya.