• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Rabu, 21 Februari 2024

Hikmah

Gus Hasan Kisahkan Perjalanan Hijrah Nabi Muhammad SAW (2)

Gus Hasan Kisahkan Perjalanan Hijrah Nabi Muhammad SAW (2)
Ketua PWNU Jawa Barat KH Hasan Nuri Hidayatullah. (Foto/NU Online Jabar)
Ketua PWNU Jawa Barat KH Hasan Nuri Hidayatullah. (Foto/NU Online Jabar)

Bandung, NU Online Jabar 
Saking takdzimnya Sayyidina Abu Bakar as-Shiddiq kepada Baginda Nabi dalam kondisi kaki yang berdarah-darah, beliau menahan rasa sakit karena tidak mau dan tidak berani membangunkan Rasulullah SAW.

"Ketika sakitnya ditahan, lama-lama tidak kuat, Beliau juga tidak berani teriak, keringat mengucur dari wajahnya sehingga keringat itu menetes ke pipi Baginda Nabi SAW, sehingga kanjeng Nabi terbangun dan melihat kaki Sayyidina Abu Bakar as-Shiddiq sudah berdarah-darah," jelas Gus Hasan.

Melihat hal tersebut, spontan Nabi Muhammad SAW mengucapkan doa untuk Abu Bakar as-Shiddiq sebagai berikut:

اللهم اجعل ابا بكر رفيق في الجنة

"Ya Allah, kalau saya ini ke syurga harus bawa ajudan, kalo saya ini ke syurga harus bawa pengawal, saya ini ke syurga harus bawa teman, Ya Allah persiapkanlah temannyang akan mendampingi saya ke syurga adalah Abu Bakar," kutip Gus Hasan dalam Hadits.

Gus Hasan juga menjelaskan, hikmah di balik peristiwa tersebut yaitu mampu membangun loyalitas yang baik dimanapun, termasuk dalam organisasi. Sebab pada zamannya, Rasulullah di masa sahabat merupakan seorang guru, teman, bahkan imam.

"Rasulullah SAW dengan para sahabatnya, suatu saat adalah teman, bagaimana membangun solidaritas sesama teman, diantara para sahabatnya baginda Rasulullah SAW adalah seorang pemimpin, seorang imam, bagaimana membangun loyalitas dengan imamnya," tutur Pimpinan Pondok Pesantren Assiddiqiyyah II Cilamaya Karawang tersebut.

Selain itu, setelah Rasulullah SAW mengeluarkan Dusturul Madinah atau yang dikenal dengan Piagam Madinah, di antara para sahabatnya dikota Madinah beliau adalah seorang pemimpin negara. 

"Sehingga, bagaimana ini bisa dicontohkan sebagai loyalitas kepada bangsa dan negara, loyalitas kepada kelompok, loyalitas kepada organisasi. Orang kalo yang loyalitasnya sudah diberikan, maka timbal balik dari loyalitas itu kita tidak usah minta menjadi sunnatullah, pasti akan kita dapatkan kalo loyalitas itu kita bangun," jelasnya.

Pewarta: Muhammad Rizqy Fauzi


Hikmah Terbaru