• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Selasa, 27 Februari 2024

Garut

Muskercab II PCNU Garut, KH R Amin Muhyiddin Maolani: Tong Aya Deui Pengurus Rasa Anggota Jeung Anggota Rasa Pengurus

Muskercab II PCNU Garut, KH R Amin Muhyiddin Maolani: Tong Aya Deui Pengurus Rasa Anggota Jeung Anggota Rasa Pengurus
Muskercab II PCNU Garut, KH R Amin Muhyidin: Tong Aya Deui Pengurus Rasa Anggota Jeung Anggota Rasa Pengurus
Muskercab II PCNU Garut, KH R Amin Muhyidin: Tong Aya Deui Pengurus Rasa Anggota Jeung Anggota Rasa Pengurus

Garut, NU Jabar Online 
Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Garut KH R Amin Muhyiddin Maolani instruksikan pengurus NU untuk sejahterakan nahdliyin dengan meningkatkan ekonomi. Pesan tersebut disampaikan saat memberi sambutan dalam kegiatan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) II PCNU Kabupaten Garut yang digelar pada Sabtu (16/9/2023) di di Aula Pondok Pesantren Al Musaddadiyah, Tarogong Kidul Kabupaten Garut, Jawa Barat.


Kiai Amin, sapaan akrabnya, menjelaskan bagaimana upaya peningkatan ekonomi tersebut harus dikelola secara baik dan benar, khususnya oleh Lembaga Amil Zakat, Infak, Sadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU). ia berharap, dari sembilan angkatan Pelatihan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) yang berjumlah lebih dari seribu kader  bisa melaksanakan amanah hasil kaderisasi. 


Menurutnya, berdasarkan hasil Muktamar NU, yang berhak menjadi pengurus NU adalah mereka yang telah mengikuti pelatihan kaderisasi, karena ia tambahkan jangan ada lagi pengurus yang rasa anggota dan anggota rasa pengurus.


"Tong aya deui pengurus rasa anggota, jeung anggota rasa pengurus", jelas Kiai Amin.


Pengasuh Pondok Pesantren As Sa'adah Limbangan Garut itupun berharap agar semua pengurus NU bisa menjadi role model NU bagi masyarakat, karena pengurus telah diberi mandat untuk melaksanakan nilai-nilai dan norma organisasi melalui pelatihan kaderisasi.


"Meningkatkan kapasitas NU melalui pelatihan dan kaderisasi. Karena dengan kaderisasi, penanaman nilai-nilai dan norma-norma akan tertanam secara kuat  pada warga NU sebagaimana yang dilakukan pengurus," tegasnya.


Sebagai penutup, dalam menghadapi tahun politik, Kiai Amin mengingatkan bahwa NU tidak antipati pada politik, namun partai harus dijadikan kendaraan untuk tujuan NU, bukan sebaliknya. Menurutnya NU harus dijadikan Maqosid dan partai menjadi Wasail.


"NU tidak alergi dengan partai, tapi partai harus bisa di gunakan oleh NU. jadikan NU sebagai Maqosid dan partai sebagai Wasail. Jangan dibalik." tutupnya.


Sebagai informasi, hadir dalam kesempatan tersebut Katib Pengurus PWNU Jawa Barat sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Haur Kuning, Salopa Tasikmalaya KH Busyrol Karim, Jajaran Mustasya PCNU Garut, Ketua PC Muslimat NU Garut Hj Kinkin Fatonah, Ketua PC Fatayat NU Garut Ai Sadidah, Ketua Ansor R Abdullah Badar, Ketua PC IPNU-IPPNU Garut, Ketua Persatuan Guru NU, Ketua PC Pagar Nusa, Pengurus Lembaga NU, serta ratusan pengurus NU dari 42 MWC NU se-kabupaten Garut. 


Pewarta:  Muhammad Salim


Garut Terbaru