• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 4 Maret 2024

Ubudiyah

Amalan untuk Kecerdasan Pahami Ilmu dari Ayat Al-Qur'an

Amalan untuk Kecerdasan Pahami Ilmu dari Ayat Al-Qur'an
Amalan untuk Kecerdasan Pahami Ilmu dari Ayat Al-Qur'an (Ilustrasi: freepik)
Amalan untuk Kecerdasan Pahami Ilmu dari Ayat Al-Qur'an (Ilustrasi: freepik)

Allah swt, dalam kebijaksanaan-Nya, telah menyediakan berbagai bentuk ilmu yang menjadi tugas dan tanggung jawab manusia untuk dipelajari. Untuk meraih pemahaman dalam ilmu-ilmu tersebut, manusia harus mengusahakannya dengan cara-cara yang beragam, baik secara nyata maupun spiritual.


Usaha nyata dapat dilakukan melalui pembelajaran di lembaga pendidikan formal seperti sekolah, pesantren, dan kursus. Namun, usaha spiritual juga perlu ditempuh dengan doa dan amalan-amalan tertentu agar kecerdasan dan kemampuan memahami ilmu senantiasa dianugerahkan oleh Allah swt.


Melansir NU Online, dalam konteks amalan untuk meraih kecerdasan dan kemudahan memahami ilmu, Pengasuh Pesantren Nurul Ummah Pagelaran Pringsewu, Lampung, KH Sujadi memberikan ijazah amalan yang bersumber dari ayat Al-Qur'an. Ayat ini menjadi sarana ikhtiar batin untuk kelancaran dalam menuntut ilmu.


Ayat yang diamalkan berasal dari Surat Al-Anbiya ayat 79:


   فَفَهَّمْنَاهَاسُلَيْمَانَ وَكُلاًّ اَتَيْنَاحُكْمًاوَعِلْمًاوَسَخَّرْنَامَعَ دَاوُدَالْجِبَالَ يُسَبِّحْنَ وَالطَّيْرَ، وَكُنَّا فَاعِلِيْنَ


Artinya: "Dan Kami memberikan pengertian kepada Sulaiman (tentang hukum yang lebih tepat); dan kepada masing-masing Kami berikan hikmah dan ilmu, dan Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Dawud. Dan Kamilah yang melakukannya." 


Ayat ini diwahyukan sebagai panduan untuk memohon pemahaman yang dalam, sebagaimana diberikan kepada Nabi Sulaiman. Dengan membaca ayat ini setiap hari, diharapkan para santri, pelajar, dan orang dewasa dapat cepat memahami ilmu yang mereka pelajari, serta mendapatkan kemampuan memahami hukum dan aturan.


Menurut KH Sujadi, amalan ini juga dapat diamalkan oleh ibu-ibu hamil sebagai sarana untuk mendoakan kecerdasan dan kesalehan bagi anak yang dikandungnya. Beliau menekankan bahwa perasaan dan ucapan seorang ibu dapat mempengaruhi perkembangan janin. Oleh karena itu, selain membaca ayat ini, ibu hamil juga diharapkan melakukan doa dan berbagai tindakan positif untuk membimbing kelahiran anak-anak yang shaleh dan shalehah.


Dengan amalan ini, diharapkan umat Islam dapat menggali kebijaksanaan dari ayat Al-Qur'an untuk memperkaya kehidupan spiritual dan mendapatkan kecerdasan dalam mengejar ilmu.


Senada dengan paparan Kiai Sujadi yang juga Mustasyar Pengurus Cabang NU Pringsewu ini, doa melalui amalan ayat ini juga tertulis dalam kitab Raudhatun lidz Dzorif fi Khawashi Ismullahi Ta’ala Allathif  yang ditulis oleh Syekh Muhammad bin Muhammad bin Muhammad Almaimuni.   


Dalam kitab tersebut ditulis manfaat dari mengamalkan ayat ini dengan penambahan redaksi doa setelah ayat tersebut yakni:


   يَاحَىُّ يَاقَيُّوْمُ يَا رَبَّ مُوْسَى وَهَارُوْنَ وَرَبَّ اِبْرَاهِيْمَ وَيَا رَبَّ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَجْمَعِيْنَ. اَكْرِمْنِيْ بِجُوْدَةِ اْلحِفْظِ وَسُرْعَةِ اْلفَهْمِ وَارْزُقْنِى الْحِكْمَةَ وَمَعْرِفَةَ اْلعِلْمِ وَثَبَاتَ الذَّهْنِ وَالْعَقْلِ وَاْلحِلْمِ بِحَقِّ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ    


Artinya: “Wahai Zat Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri pada zatnya sendiri, Tuhannya Nabi Musa dan Nabi Harun, Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Isa dan Nabi Muhammad saw. Muliakan aku dengan hafalan yang bagus, pemahaman yang tangkas, anugerahkan aku hikmah, ilmu pengetahuan, kecerdasan yang mantap, akal yang sempurna dan kesabaran dengan pangkat Nabi Muhammad saw. Wahai Tuhan semesta alam.”
 


Ubudiyah Terbaru