• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 27 Mei 2024

Tauhid

KOLOM KH IMAM NAKHA'I

Taqwa bukan Melaksanakan Semua Perintah Allah dan Menjauhi Segala larangan-Nya

Taqwa bukan Melaksanakan Semua Perintah Allah dan Menjauhi Segala larangan-Nya
(Ilustrasi: NU Online).
(Ilustrasi: NU Online).

Puncak pencapain tertinggi dari puasa Ramadhan adalah gelar "Muttaqin". Diwajibkan kepada kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan pula kepada orang orang sebelumnya, agar kalian bertaqwa. Demikian (terjemahan) firman Allah.


Taqwa, bukan hanya bermakna seperti dalam judul di atas, sebagaimana penjelasan rutin dalam khutbah di mana-mana.


Muttaqin makna dasarnya adalah orang orang yang memiliki daya tahan, daya jaga, atau bahasa kerennya daya reselience. Berasal dari kata dasar "waqa-yaqi-wiqayatan" yang bermakna menjaga. Makna ini sejalan dengan makna puasa yang memiliki makna "menahan diri" atau "menjaga diri" dari segela hal yang merugikan diri sendiri dan terutama orang lain.


Orang yang Muttaqin adalah orang yang mampu menjaga diri untuk tidak  korupsi, menjaga diri untuk tidak merusak lingkungan, menjaga diri tidak mengeksploitasi alam dengan membabi buta, dan menjaga diri dari tindakan yang membahayakan seketitarnya. 


Muttaqin adalah orang yang mampu menjaga martabat kemanusiaan, menjaga hak hak asasi manusia, menjaga segala sesuatu yang diperintahkan oleh Allah untuk dijaga.


Muttaqin adalah orang orang yang mampu mewujudkan keamanan dan kesejahteraan. Itu lah mengapa yang dipanggil oleh Allah untuk berpuasa adalah orang orang mukmin. Mukmin adalah orang yang orang orang disekitarnya aman dari gangguan lidah dan tangannya.


Wallahu A'lam 


Selamat beriedul Fitri, selamat menjadi Muttaqin, orang yang punya daya tahan keluar dan kedalam.


KH Imam Nakha'i, salah seorang Wakil Ketua LBM PBNU


Tauhid Terbaru