Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Transformasi Organisasi PMII, Resistensi dan Solusinya (1)

Transformasi Organisasi PMII, Resistensi dan Solusinya (1)
Ilustrasi: NU Online)
Ilustrasi: NU Online)

Oleh Heri Kuswara

Saya menyimak orasi Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Muhammad Abdullah Syukri (selanjutnya disebut Sahabat Abe) pada pengukuhannya sebagai ketua umum pada 26 Juni 2021 melalui YouTube. 

Sebagai orang yang pernah “mampir” di PMII saya sagat bangga, kagum, dan jempol dua buat Sahabat Abe yang berorasi yang menurut saya, isinya membumi dan sangat visioner. Dengan mengusung tema transformasi organisasi yang terdiri dari teknologi, kaderisasi dan transformasi globalisasi dengan tujuan PMII semakin maju dan mendunia, saya paparkan isi orasi itu sebagai berikut:

 

Transformasi teknologi. Dalam transformasi teknologi, PB PMII akan membuat pltaform digital  yaitu e-pmii yang merupakan jawaban untuk pengelolaan sistem database kader, sistem manajemen organisasi dan sistem administrasi PMII secara elektronik dan digital. 

Yang tidak kalah pentingnya, PB PMII juga akan membuat (melakukan) digital movement. Dengan jumlah kader yang melimpah, PMII diharapkan menjadi Key Opinion Leader (KOL). PB PMII mengajak kader-kadernya di semua tingkatan untuk memperbaiki platform digitalnya agar ikhtiar-ikhtiar kebaikan yang dilakukan dapat terpublikasi dengan baik dan mendapatkan apresiasi dari publik. 

Untuk itu, PMII akan membangun command center untuk mengelola isu-isu strategis nasional  yang diharapkan menjadi Key Opinion Leader (KOL) di Indonesia. Di era digital, era media sosial ini, kepakaran dikalahkan popularitas. Solusi dari PB PMII adalah melakukan rekayasa hierarki dengan membuat platform digital agar kepakaran dapat mengalahkan popularitas. 

Transformasi kaderisasi di lini profesional.  Dalam transformasi ini, pada bulan Juli, PB PMII akan membentuk 15 lembaga profesi sebagai wadah untuk mengakomodasi, memberdayakan dan mengoptimalkan kader-kader PMII yang multitalenta agar  mempunyai ruang dan wadah serta dimensi lain untuk berkontribusi dengan baik sesuai dengan disiplin ilmu dan kepakarannya. 

Selanjutnya PB PMII akan melakukan kaderisasi berbasis kebutuhan lokal (berbasis kearifan lokal) agar bukan hanya materi-materi normatif yang diberikan namun lebih mendalam dan detail sehingga dibutuhkan sistem kaderisasi multidimensi untuk menjawab tantangan kaderisasi berbasis kearifan lokal.

Transformasi global organisasi.  Dalam transformasi ini, PB PMII akan terus menambah (membentuk) PCI PMII  di berbagai negara, agar bisa mencakup seluruh teritori dunia. 

Selanjutnya PB PMII akan terus mendorong kader-kadernya untuk mendapatkan beasiswa kuliah di luar negeri  agar ada knowledge and experience transfer kepada seluruh kader PMII di Indonesia. 

Hal ini penting dilakukan mengingat PMII adalah anak daripada Nahdlatul Ulama. PMII memiliki klaim yang paling kuat untuk berbicara tentang Islam Indonesia, maka dari itu wajah islam Indonesia, anak-anak muda Indonesia yang harus diperkenalkan ke dunia adalah wajah-wajah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang akan  mampu mensyiarkan Islam yang sesuai dengan konteks kebudayaan masyarakat.

Tidak hanya transformasi di bidang internal, namun juga transformasi eksternal. Di bidang pendidikan PB PMII mendorong seluruh sekretariat rayon, komisariat, cabang se-Indonesia untuk menjadikan sekretariatnya rumah pendidikan rakyat di situ, kader PMII aktif membimbing masyarakat secara langsung.

Di bidang agama PB PMII mendorong kader tidak hanya hadir di kampus dan juga masjid-masjid, tapi juga berbaur langsung dengan masyarakat  karena terkadang hoax, hate speech dan sejenisnya banyak hadir di akar rumput (di masyarakat), sehingga PB PMII mendorong seluruh kader PMII untuk berbaur di masyarakat, berbincang (berkomunikasi dan berinteraksi) agama Islam Indonesia yang baik  dan bisa diterima baik  oleh masyarakat di akar rumput. 

Di bidang politik PMII jelas dan tegas terus kritis dan melawan sikap-sikap oligarki, sikap-sikap koruptif, dan sikap-sikap sewenang-wenang dari para pemimpin  politik yang tidak memiliki etika dan tidak tegas dalam kebangsaan dan keindonesiaan. 

Di bidang kesehatan, PB PMII mendorong seluruh rayon, komisariat dan cabang berkoordinasi dengan gugus tugasnya Covid-19 masing-masing di daerahnya untuk membuktikan PMII mampu berkontribusi menghilangkan dan membantu mengurangi pandemi di Indonesia. 

Orasi ilmiah Sahabat Abe di akhiri dengan keyakinan dan prinsipnya  bahwa ketidakmungkinan hanyalah sebuah opini  (impossible is just an opinion). Untuk itu, ia mengajak seluruh kader PMII di seluruh Indonesia untuk membangun kepedulian dan kepercayaan diri, yang tinggi, saling bahu membahu, untuk membuktikan bahwa PMII adalah organisasi besar tidak  hanya secara data dan historis saja, namun secara fakta dan lapangan. 

Ia juga mengajak kader PMII untuk membalik satu paradigma  bahwa biasanya kita Selalu didorong untuk memegang tradisi dan memperbaharui sesuatu yang dianggap baik menjadi lebih baik lagi, tetapi kemudian ia meyakini seluruh kader PMII sudah pasti memegang tradisi, maka dari itu yang diutamakan adalah mengambil kemajuan terlebih dahulu, bagaimana terus maju tanpa meninggalkan tradisi dan warisan nenek moyang kita di Indonesia. (Bersambung)

Penulis adalah anggota PMII Bekasi 94, Jakarta Pusat 98

Terkait

Opini Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×