Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Tiga Agenda Besar dalam Transformasi Organisasi untuk PMII Maju dan Mendunia

Tiga Agenda Besar dalam Transformasi Organisasi untuk PMII Maju dan Mendunia
(Foto: NU Online Jabar)
(Foto: NU Online Jabar)

Bandung, NU Jabar Online
Pengurus Besar (PB) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) resmi dikukuhkan pada Sabtu (26/06). Kegiatan tersebut dilaksanakan secara langsung di Gedung Balai Sarbini, Jakarta Pusat, dengan tetap memperhatikan standar protokol kesehatan, dan secara daring melalui virtual aplikasi zoom. 

Dalam sambutannya, Ketua Umum PB PMII M Abdullah Syukri menjelaskan secara rinci terkait tema pada pengukuhan tersebut, yaitu Transformasi Organisasi untuk PMII Maju dan Mendunia. 

Pertama, Transformasi di bidang Teknologi

Ia menjelaskan, saat ini PMII membutuhkan platform digital untuk mengelola manajemen dan sistem database kader secara nasional dan masif, walaupun di setiap tingkatan kepengurusan data tersebut sudah rapih.

“Untuk itu, platform E-PMII akan menjadi jawaban dari pengelolaan sistem database kader yang baik juga kemudian sistem manajemen kaderisasi dan sistem administrasi PMII secara elektronik dan digital,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan, dari kurang lebih 230 jumlah cabang dan ribuan kader PMII yang tersebar di seluruh penjuru Nusantara mampu menjadi Key Opinion Leaders Digital Movement di Indonesia. Sebab, PMII dinilai mampu memproduksi wacana dengan baik serta mampu mempublikasikan hasil diskusi tersebut yang kemudian bisa diterima oleh orang-orang di luar PMII.

Untuk itu, Gus Abe memandang perlu melakukan rekayasa hierarki dengan cara mengalahkan popularitas dengan kepakaran.

“Saya yakin sahabat-sahabat sudah menguasai banyak hal dan sahabat-sahabat pakar dalam satu dua sisi keilmuan tetapi hanya karena kalah dengan satu dua influenser yang mohon maaf kontennya tidak selalu bisa mendidik dan selalu positif, tapi kita tidak bisa menyaingi apa yang disampaikan oleh mereka,” ucap Gus Abe.

Kedua, Transformasi Kaderisasi di lini Profesional

Gus Abe, sapaan akrab Ketua Umum PB PMII tersebut menceritakan, ketika momentum kongres berlangsung dan menemui cabang-cabang yang tersebar hampir diseluruh Indonesia, ia menemukan banyak kader-kader yang multitalenta. Ada yang berprofesi menjadi dokter, advokat, notaris, pegiat petani, pegiat ekonomi kreatif, ahli dalam teknik atau bidang eksakta, serta profesi yang lainnya. 

Menurutnya, mereka ingin berkontribusi secara maksimal. Namun, ruang untuk mengekspresikannya tidak ada. Ia berencana untuk mengumpulkan kader dari kalangan profesional mulai dari ilmuwan, dokter dan lain-lain yang jumlahnya sangat banyak, dan membuat sekitar 15 lembaga profesi di PMII, sehingga bisa dikelola dengan baik.

“Saya sering menyampaikan kepada sahabat-sahabat, PMII itu ibarat kebun yang sangat luas, hasil buminya itu banyak sahabat-sahabat, tapi ketika dipanen, masukan ke dalam dapur kita gatau mau masak apa, Mungkin kalo masaknya nasi goreng atau sayur asem sudah bisa, tapi kalo masak menu yang lain ini masih belum bisa, padahal bahan bakunya itu sudah ada. Maka dari itu ini penting sekali membuat kelompok profesi di Pergerakan mahasiswa islam Indonesia yang sebetulnya ini sudah ada bahan bakunya,” jelas 

Selain kebutuhan secara general, kader PMII harus disuguhkan dengan materi kaderisasi berbasis kebutuhan lokal. 

Pria kelahiran Cirebon tersebut menjelaskan, kader yang sudah konsisten membuat isu-isu gerakan di masyarakat seperti pertanian, industri, ke-penulisan dan ke-jurnalistik-an, harus disuguhkan dengan materi kaderisasi di setiap daerah agar mereka bisa menyerap dan mengembangkan keilmuan yang dimilikinya.

“Bayangkan mereka sudah konsen di bidang pertanian, tapi kemudian sistem kaderisasi yang ada di dalam tubuh kita kemudian hanya membahas hal-hal tersebut tidak mendalam dan tidak detail, diberikan suguhannya tentang materi-materi normative dan lain sebagainya. Maka dari itu harus ada sistem kaderisasi multidimensi yang bisa menjawab tantangan kaderisasi yang berbeda-beda tersebut,” ungkapnya.

Ketiga Transformasi Global Organisasi

Dalam kesempatan yang sama, ia menjelaskan, selain trasnformasi digital di internal, perlu adanya transformasi digital di bidang ekstrenal PMII. 

Bidang Pendidikan, Gus Abe dan seluruh jajaran PB PMII akan mendorong seluruh rayon, seluruh komisariat dan cabang se Indonesia untuk menjadikan sekretariat cabangnya menjadi rumah Pendidikan rakyat, di mana saat ini akses Pendidikan belum merata.

“Sering saya sampaikan kepada pemerintah dan stakeholders, bahwa PMII bisa menjadi mitra strategis untuk memutus ketimpangan pembangunan-pembangunan yang ada di Indonesia, karena kita berada di 230 kota kabupaten di Indonesia, belum lagi dihitung dengan cabang yang persiapan. Untuk itu saya mendorong semua agar kader PMII aktif membimbing masyarakat secara langsung,” jelasnya.

Di bidang agama, ia juga menginginkan agar PMII tidak hanya hadir di kampus dan di masjid-masjid, tetapi juga berbaur langsung dengan masyarakat.

“Mengapa? Karena terjadinya hoaks, headpic dan lain sebagainya justru banyak hadir diakar rumput, banyak hadir di kampung-kampung dan lain sebagainya. Maka itu saya mendorong kader-kader PMII di seluruh Indonesia berbaur dengan masyarakat membincang agama Islam Indonesia yang baik dan bisa diterima baik dengan masyarakat diakar rumput,” tutur Gus Abe.

Dalam bidang politik, sikap PMII harus terus kritis dan melawan sikap-sikap politik oligarki, sikap-sikap koruptif, dan sikap sewenang-wenang dari para pemimpin politik yang tidak memiliki etika dan berintegrasi dalam kebangsaan dan keindonesiaan

“Untuk itu PMII tegas melawan praktek-praktek politik yang curang, praktek-praktek politik yang melanggar etika-etika kebangsaan,” ujarnya.
Bidang Kesehatan, ia mendorong

agar PMII diseluruh tingkatan agar berkoordinasi dengan gugus tugas Covid di daerahnya masing-masing untuk membuktikan bahwa PMII bisa berkontribusi menghilangkan dan membantu mengurangi pandemi yang sudah dirasakan satu setengah tahun lamanya oleh masyarakat.

Ia berharap, kader PMII mampu saling bahu membahu untuk membangun PMII, dan membuktikan bahwa PMII adalah organisasi yang besar baik secara sejarah, data, maupun fakta di lapangan.

Pewarta: Muhammad Rizqy Fauzi
Editor: Agung Gumelar

Daerah Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×