Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Santri Masa Kini dan Tantangannya

Santri Masa Kini dan Tantangannya
(Foto: NU Online Jabar)
(Foto: NU Online Jabar)

Oleh Siti Latifah
Sejak didirikan pada 31 Januari 1926, Nahdlatul Ulama (NU) menegaskan dirinya sebagai organisasi keagamaan (jam’iyyah diniyyah) yang tidak hanya membidik bidang tertentu untuk meningkatkan kesejahteraan umat Islam secara umum, semisal bidang ekonomi, politik dan lainnya. Tetapi, kehadirannya ditujukan untuk menempa dan meningkatkan kualitas indivual seorang muslim agar dapat menerapkan segala ajaran agama Islam dalam segenap kehidupan yang dia jalani. Juga mengembangkannya dalam setiap situasi dan kondisi di mana dia berada.

Pesantren menjadi lembaga pendidikan yang difokuskan untuk mengembangkan kualitas Muslim melalui bidang pendidikan. Pada mulanya, pesantren khusus mengkaji dan mengajarkan ilmu agama secara mendalam (tafaqquh fid din), tapi pada perkembangannya pesantren juga mengkaji dan mendalami ilmu umum bahkan mengajarkan skill dan kejuruan untuk mengembangkan kualitas kehidupan seorang Muslim. Perkembangan itu menghasilkan istilah pesantren salaf dan pesantren salaf modern.

Terbitnya Keppres Nomor 22 Tahun 2015 yang menetapakan 22 Oktober sebagai hari santri menjadi pengingat terhadap peran santri dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Lebih luas lagi, perayaan hari santri merupakan momentum perjuangan dalam menghadapi permasalahan serius bangsa Indonesia di masa sekarang dan masa depan. Sama seperti elemen masyarakat lainnya, santri memiliki tanggung jawab di dalam menjawab tantangan dalam situasi dan konteks kekinian.

Identitas santri sangat identik dengan kader/juru dakwah Islam, sehingga perannya sangat penting dalam mengembangkan dakwah Islam. Di sisi lain, prinsip pesantren adalah al muhafadzah ‘ala al qadim al shalih, wa al akhdzu bi al jadid al ashlah, yaitu tetap menjaga tradisi/warisan yang baik, dan mengambil hal-hal baru yang lebih baik.

Santri masa kini ialah santri yang memegang teguh prinsip pesantren dengan tidak melepaskan identitas kesantrian. Jika pada masa kini perkembangan industri dan informasi menjadi hal yang utama, maka santri dapat mengikuti perkembangan tersebut dengan memperluas jangkauan dalam berdakwah melalui media sosial. Misalnya, menulis informasi keislaman melalui blog atau portal berita keislaman, membuat video kajian yang asik dengan fashion dan penampilan yang menarik, atau menyajikan musik- musik religi yang dapat mendekatkan diri kepada ketakwaan. Karena pada dasarnya, era digital ini strategi dakwah menjadi berubah sehingga membuat para pelakunya (yaitu santri) untuk ikut merubah cara dakwah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

SELAMAT HARI SANTRI NASIONAL 2021

Penulis adalah Ketua PW IPPNU Jawa Barat 

Terkait

Opini Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×