• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 4 Maret 2024

Kota Tasikmalaya

Syuriah MWCNU Rajapolah KH Uun Husaeni Tuntun Ibu dan Anak Ini Baca Dua Kalimat Syahadat

Syuriah MWCNU Rajapolah KH Uun Husaeni Tuntun Ibu dan Anak Ini Baca Dua Kalimat Syahadat
Syuriah MWCNU Rajapolah KH Uun Husaeni Tuntun Ibu dan Anak Ini Bacakan Dua Kalimat Syahadat
Syuriah MWCNU Rajapolah KH Uun Husaeni Tuntun Ibu dan Anak Ini Bacakan Dua Kalimat Syahadat

Kota Tasikmalaya, NU Online Jabar
Salah seorang Rais Syuriah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Rajapolah KH Uun Husaeni menuntun dua warga asal Babakan Payung Cihideung Kota Tasikmalaya menjadi mualaf yang bertempat di Masjid Besar Malikul Falah Rajapolah pada Jumat (21/7/2023) siang. Pembacaan dua kalimat syahadat tersebut disaksikan secara langsung oleh Wakapolresta Tasikmalaya Kompol Dhony Erwanto, Muspika dan GP Ansor dilingkungan Rajapolah. 


Kedua orang yang mengikrarkan diri untuk memeluk agama islam tersebut diketahui merupakan anak dan ibu bernama Jepri Novianus Lilipali dan Ani Rini Nuraeni.


Pembacaan syahadat dua orang non muslim yang ikhlas tanpa paksaan memeluk agama islam tersebut berlangsung sebelum pelaksanaan ibadah shalat jumat. Prosesi berlangsung khidmat dan diikuti isak tangis bahagia para jemaah yang hadir.


KH Uun Husaeini memeluk Jepri yan telah resmi menjadi seorang Muallaf


Setelah itu, kedua orang tersebut bersilaturahim dan diterima secara langsung oleh pimpinan Pondok Pesantren Darussalam KH Ahmad Deni Rustandi.


Dalam kesempatan tersebut, KH Ahmad Deni Rustandi menghadiahi nama untuk Jepri menjadi Ahmad Jepri Novianus Lilipali. Disela-sela keakrabannya Kiai Deni juga mengajak Jepri untuk bisa berkolaborasi futsal bersama santri Darussalam Rajapolah.


Sementara itu, Jepri dan Ibunya tidak bisa menyembunyikan kebahagia pasca keduanya memutuskan untuk menjadi mualaf. Ia mengaku bahwa dirinya belajar dan mengenal islam ketika di sekolah. Sebab dia masuk sekolah umum yang notabene siswanya muslim.


"Saya sesekali suka ikut belajar agama islam disekolah umum sejak SD sampai SMK, tapi pas ujian diberi soal Kristen. Jadi berpikir tentang islam sudah sejak masih sekolah. Dan Alhamdulillah hari ini di hari yang baik pula Jumat bisa membacakan dua kalimah syahadat dengan para saksi dari berbagai toko masyarakat," jelas Ahmad Jepri.


Hal senada juga disampaikan oleh ibunya Ani Rini Nuraeni. Ia menyebut, saking bahagianya bisa masuk islam, dirinya tidak mampu berkata apa-apa.


Pewarta: Edi
Editor: Muhammad Rizqy Fauzi


Kota Tasikmalaya Terbaru