Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Cara Pergunu Kota Tasikmalaya Peringati Hari Guru Nasional 2022

Cara Pergunu Kota Tasikmalaya Peringati Hari Guru Nasional 2022
Cara Pergunu Kota Tasikmalaya Peringati Hari Guru Nasional 2022
Cara Pergunu Kota Tasikmalaya Peringati Hari Guru Nasional 2022

Kota Tasikmalaya, NU Online Jabar
Selasa (29/11 bertempat di salah satu rumah makan Jl. Ir. H Juanda. Pimpinan Cabang (PC) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kota Tasikmalaya menyelenggarakan peringatan Hari Guru Nasional tahun 2022 yang diisi dengan pembinaan pengurus dan Diskusi pendidikan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H Aslim, Ketua Pergunu Jawa Barat H Sepuloh, Kepala Kemenag Kota Tasikmalaya H Supriana, Ketua PCNU Kota Tasikmalaya KH Ate Musodiq Bahrum dan Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Nanang Suhara.


Dalam sambutannya, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H Aslim menyampaikan beberapa point. Pertama, pentingnya orgaisasi profesi sebagai saran untuk memeprjuangkan kepentingan dan nasib guru. Kedua tudak boleh lagi ada dikotomi antara sekolah negeri dengan sekolah swasta, anatara madrasah dan sekolah umum. Ketiga, guru khusunya pergunu harus menjadi pelopor kedispilanan dalam hidup bermasyarakat.


"Sebagai legislator saya siap bersinergi dengan organisasi profesi khusunya Pergunu bersama-sama memperjuangkan nasib guru," tuturnya yang juga merupakan Ketua LDNU Kota Tasikmalaya tersebut.


Ketua PCNU Kota Tasikmalaya, KH Ate Musodiq Bahrum menjelaskan, pentingya perjuangan organisasi profesi, untuk menghilangkan dikotomi antara madarasah dan sekolah umum. Ia menyebut akan bantuan dari pemerintah yang cenderung berbeda bahkan timpang, antara madrasah dengan sekolah. 


Sementara itu, Ketua Pergunu Jawa Barat, H Saepuloh mengatakan, pihaknya mendorong agar kedepan pemerintah Jawa Barat memberikan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) kepada siswa baik yang sekolah di Sekolah Negeri, swasta ataupun madrasah dengan besaran yang sama.


"Sehingga kedepannya tidak da lagi dikotori antara sekolah negeri, swasta dan Madrasah," tutur Saepuloh.


Menurutnya, di Jawa Barat dikotomi antara sekolah negeri, swasta dan madrasah bisa dilihat dari alokasi bantuan pemprov Jawa Barat. Dimana siswa yang sekolah di negeri mendapatkan bantuan operasional 1,5 jt per tahun, siswa yang sekolah di SMA/K swasta hanya mendapatkan bantuan 600 rb per tahun.


Bahkan, sambungnya, siswa yang sekolah di madrasah Aliyah tidak mendapatkan bantuan untuk tahun ini.


Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Nanang Suhara menyampaikan materi bahwasannya dinas pendidikan siap berkolaborasi dengan Pergunu untuk bersama-sama memajukan pendidikan di kota Tasikmalaya. 


Hal yang sama diungkapkan oleh Kepala Kemenag Kota Tasikmalaya H Supriana. Ia menuturkan, dirinya merasa kembali ke rumuh sendiri saat diundang oleh Pergunu. "Karena saya berasal dari NU, bahkan sampai sekarang masih menjadi pengurus NU," ungkapnya.


Selain itu, Ketua Pergunu Kota Tasikmalaya Caswita menjelaskan, bahwa tujuan dirinya mengundangn Dinas Pendidikan dan Kemenag Kota Tasikmalaya merupakan salah satu ikhitiar untuk memecahkan persoalan dikotomi pendidikan. Sehingga diharapkan dapat membantu permasalahan yang terjadi dilapangan, tidak ada mis komunikasi, tidak saling menyalahkan.


Sebagai informasi, selain dalam rangka memperingatai HGN, kegiatan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi antara guru madrasah yang ada dibawah Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan yang tergabung dalam organisasi profesi Pergunu. 


Editor: Muhammad Rizqy Fauzi

Terkait

terpopuler

rekomendasi

topik

×