• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Jumat, 23 Februari 2024

Kabupaten Bandung

LPBINU Jabar Gelar ToT Adaptasi Perubahan Iklim untuk Orang Tua Siswa Tahap Kedua di Baleendah

LPBINU Jabar Gelar ToT Adaptasi Perubahan Iklim untuk Orang Tua Siswa Tahap Kedua di Baleendah
Kegiatan ToT Adaptasi Perubahan Iklim LPBINU Jabar untuk Orang Tua Siswa Tahap Kedua di Baleendah, Kamis (7/12/2023). (Foto: NU Online Jabar)
Kegiatan ToT Adaptasi Perubahan Iklim LPBINU Jabar untuk Orang Tua Siswa Tahap Kedua di Baleendah, Kamis (7/12/2023). (Foto: NU Online Jabar)

Bandung, NU Online Jabar
Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Jawa Barat kembali melaksanakan kegiatan yang menjadi salah satu upaya membentuk ketangguhan dalam menghadapi perubahan iklim.


Kali ini LPBINU Jawa Barat melaksanakan pelatihan kepada Orang Tua siswa-siswi dan Komite Sekolah. Program tersebut masih dalam rangkaian program yang sama yaitu CBCCA (Comunity Based Climate Change Adaptation) atau Adaptasi Perusahaan Iklim Berbasis Komunitas, yang bekerja sama dengan Save the Children Indonesia dan Korea yang menurut rencana akan berjalan hingga tahun 2026 mendatang. 


Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung, Kamis (7/12/2023) diikuti 40 peserta yang merupakan Orang Tua Siswa-siswi dan Komite Sekolah yang mewakili Satuan Pendidikan dari Desa Malakasari, Desa Rancamanyar, Desa Bojong Malaka dan Kelurahan Andir. 


Ketua LPBINU Jabar Dadang Sudardja menjelaskan, kegiatan tersebut dalam rangka memperkuat kapasitas orang tua siswa-siswi dan Komite Sekolah dalam rangka mewujudkan pelaksanaan SPAB (Satuan Pendidikan Aman Bencana) di sekolah. 


"Satuan Pendidikan Aman Bencana merupakan upaya pemerintah dalam melindungi warga sekolah dalam menghadapi ancaman bencana. Hal ini tertuang dalam Permendikbud No 33 Tahun 2019 Tentang Pelaksanaan SPAB,” terangnya.


Melalui kegiatan ini, harapannya orang tua siswa-siswi mampu menambah pengetahuan dan wawasannya terkait dengan adaptasi perubahan iklim.


"Anak-anak (peserta didik) termasuk dalam kelompok rentan, dan masih menjadi tanggung jawab orang tua, termasuk dalam hal memberikan pola asuh yang tepat dalam menghadapi ancaman perubahan iklim yang terjadi,” ujarnya.


Peserta yang merupakan orang tua siswa-siswi dan komite sangat menyambut baik dan antusias dalam mengikuti setiap materi yang disampaikan oleh narasumber dan fasilitator.


Kabupaten Bandung Terbaru