Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Ujian dalam Kehidupan

Ujian dalam Kehidupan
Ilustrasi: NUO.
Ilustrasi: NUO.

Dalam al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 155, disebutkan, bahwa manusia akan mengalami ujian dan cobaan dalam segala strata kehidupannya. Ujian dan cobaan itu berupa ketakutan dan kekhawatiran, kelaparan, merosotnya rizki, kekosongan jiwa dan merosotnya hasil bumi secara tajam.


وَلَنَبۡلُوَنَّكُم بِشَيۡءٖ مِّنَ ٱلۡخَوۡفِ وَٱلۡجُوعِ وَنَقۡصٖ مِّنَ ٱلۡأَمۡوَٰلِ وَٱلۡأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ  


“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar”. (Al-Baqarah, 02:155).


Sebagai makhluk yang bertanggungjawab, manusia dibebani dengan berbagai tugas dan amanah, manusia ditugaskan mengelola bumi ini bagi kesejahteraan semua makhluk, baik alam insani, alam hewani, nabati maupun jamadi. Dengan amanah yang dibebankan pada pundaknya, manusia harus selalu bekerja dan berjuang agar meraih sukses yang maksimal dalam kehidupannya. Untuk meraih sukses itu bukan sesuatu yang mudah dilakukan, seperti membalikkan telapak tangan kita. Meraih kesuksesan, harus menghadapi berbagai tantangan, rintangan dan ujian-ujian yang silih berganti.


Dalam seluruh kehidupan, kita selalu dihinggapi perasaan takut, khawatir dan perasaan-perasaan lain yang serupa dengan itu. Pada waktu masa kanak-kanak kita takut pada sesuatu yang tidak masuk akal, misalnya takut pada hantu, makhluk halus, kuntilanak dan sebagainya.


Pada waktu kita memasuki masa remaja , dengan pengetahuan dan pendidikan agama yang kita peroleh, ketakutan pada hal-hal yang tersebut di atas menjadi sirna. Namun demikian segera disambung dengan ketakutan-ketakuatan yang lain yang semakin banyak, misalnya: ketakutan terhadap kehidupan masa depan, drop out dari pendidikan, takut dilanda frustasi, kegagalan dalam kegiatan yang direncanakan, formasi kerja dan berbagai ketakutan-ketakutan lain.


Waktu kita memasuki masa dewasa di mana kehidupan mulai mapan, sudah berkeluarga dan mempunyai anak-anak yang tampan dan cantik, jabatan di kantor pemerintahan atau swata telah memadai, usaha dibidang bisnis  telah meraih kemajuan, timbul pulalah semakin banyak ketakutan-ketakutan yang lebih berat lagi. Takut jabatan kita tergeser, bisnisnya mengalami kemerosotan, takut kehilangan/berpisah dengan keluarga, khawatir terhadap anak-anak dan harta, kalau hal itu akan menjadikan masalah bagi diri dan keluarganya.


Saat memasuki usia menjelang tua, ketakuatan dan kekhawatiran itu tidak semakin hilang, masalah semakin bertambah saja. Seperti takut karena kesehatannya semakin memburuk, ngeri menghadapi berbagai macam penyakit yang terus berkembang dalam masyarakat dan akhirnya takut mati.


Selain diuji dengan ketakutan dan kekhawatiran, manusia terus menghadapi berbagai cobaan dan ujian yang lain, sebagaimana disebutkan di atas, yaitu perasaan lapar, paling tidak pada bulan Ramadhan atau ketika melakukan puasa sunnah. Jenis percobaan lainnya adalah merosotnya penghasilan kita, hal ini cukup meresahkan. Misalnya orang yang penghasilannya lima ratus ribu rupiah setiap hari, suatu saat hanya memperoleh tigaratus ribu rupiah, orang itu akan resah, meskipun jika dibandingkan dengan orang yang penghasilannya sehari seratus ribu rupiah, penghasilan itu jauh labih tinggi.


Kekosongan jiwa, pikiran yang kusut merupakan salah-satu ujian yang akan dialamai setiap orang, bahkan ujian jenis ini telah banyak meneggalamkan manusia ke lembah kehinaan dan kenistaan. Merosotnya hasil bumi, baik pertanian, barang tambang, gas dan minyak bumi serta penghasilan lainnya pasti akan menimbulkan keresahan bagi umumnya umat manusia. Dalam menghadapi percobaan itu, manusia terbagi menjadai dua bagian. Mereka yang lulus akan memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat, sedang mereka yang gagal akan menderita kerugian untuk selama-lamanya, lahir dan batin.


Dalam ayat berikutnya, al-Qur’an menyebutkan kriteria orang-orang yang lulus dalam menghadapi percobaan itu, mereka yang sukses meraih kebahagiaan yang maksimal, kebahagiaan lahir dan batin, dunia dan akhirat, adalah mereka yang membekali diri dengan ketabahan dan kesabaran, dalam menghadapi berbagai percobaan dan  problema yang dihadapinya. Mereka itu adalah manusia-manusia yang memiliki kesadaran tinggi:


ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَٰبَتۡهُم مُّصِيبَةٞ قَالُوٓاْ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيۡهِ رَٰجِعُونَ  


"(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: " sesungguhnya kami semua berasal dari Allah dan kepada-Nya kami semua akan kembali,”(Q.S. Al-Baqarah, 2: 156).


Dr. KH. Zakky Mubarak, MA

Terkait

Hikmah Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×