• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 15 April 2024

Hikmah

Malam Ini Penyerahan Rekapitulasi Amal, Ini 4 Dosa yang Tidak Diampuni di Malam Nisfu Sya’ban

Malam Ini Penyerahan Rekapitulasi Amal, Ini 4 Dosa yang Tidak Diampuni di Malam Nisfu Sya’ban
Orang muslim berdoa (Foto: Pinterest)
Orang muslim berdoa (Foto: Pinterest)

Malam Nisfu Sya’ban menjadi momentum yang sangat dinantikan oleh umat Islam. Salah satu hal yang menjadikan bulan Sya’ban utama adalah bahwa pada bulan ini semua amal kita diserahkan kepada Allah SWT. Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki mengutip sebuah hadits riwayat An-Nasa’i yang meriwayatkan dialog Usamah bin Zaid dan Nabi Muhammad SAW.


“Wahai Nabi, aku tidak melihatmu berpuasa di bulan-bulan lain sebagaimana engkau berpuasa di bulan Sya’ban?” 


Kemudian Rasulullah SAW menjawab, “Banyak manusia yang lalai di bulan Sya’ban. Pada bulan itu semua amal diserahkan kepada Allah SWT. Dan aku suka ketika amalku diserahkan kepada Allah, aku dalam keadaan puasa.”


Sebab pada malam itu, Allah mengampuni segala dosa hamba-Nya sehingga malam Nisfu Sya'ban juga dikenal sebagai lailatul maghfirah atau malam pengampunan.  


Bukti bahwa malam Nisfu Sya’ban adalah malam pengampunan dijabarkan oleh Pegiat Kajian Tafsir dan Hadits Muhammad Alvin Nur Choironi dengan mengutip keterangan dari Sayyid Muhammad dan hadits yang diriwayatkan Imam At-Thabrani dan Ibnu Hibban dari Mu‘adz bin Jabal. 


Dosa syirik dan munafik 
Di dalam hadits tersebut, Alvin menjabarkan bahwa ada dua dosa besar yang tidak diampuni di malam Nisfu Sya’ban, yakni dosa syirik dan munafik yang memicu perpecahan.


“Allah memandang semua makhluk-Nya pada malam nisfu Sya‘ban kemudian mengampuni dosa mereka kecuali dosa musyrik dan dosa kemunafikan yang menyebabkan perpecahan,” tulis Alvin dalam artikel yang ia tulis di NU Online berjudul Dosa-Dosa yang Tak Diampuni di Malam Nisfu Sya'ban.


Terkait status hadits di atas, Alvin mengatakan bahwa meskipun hadits di atas dhaif, tetapi masih tetap bisa diamalkan karena terkait dengan fadhail ‘amal. Kedhaifannya juga tidak terlalu parah. Hal ini merupakan pendapat mayoritas ulama hadits sebagaimana yang telah disebutkan oleh An-Nawawi dalam Taqrib-nya. 


Dosa durhaka dan zina 
Selain syirik dan orang munafik yang menyebabkan perpecahan, Alvin menyebutkan bahwa ada juga dosa yang tidak bisa serta merta diampuni pada malam Nisfu Sya’ban, yaitu durhaka terhadap orang tua dan zina. Dosa tersebut bahkan tidak mendapat ampunan di malam pengampunan lain seperti Ramadhan, asyhurul hurum, dan lainnya. 


“Selain syirik ada dosa-dosa lain yang termasuk sebagai dosa besar dan tidak serta merta bisa diampuni pada Nisfu Sya‘ban, yaitu dosa membunuh orang tua dan zina,” terang Alvin. 


“Dosa-dosa besar tersebut bisa diampuni jika pelaku dosa tersebut bertobat dengan tobat yang sebenar-benarnya (taubat nasuha),” tambahnya.  


Doa di malam Nisfu Sya’ban 
Selain memperbanyak istigfar/meminta ampunan Allah, pada malam Nisfu Sya’ban, umat Muslim juga dianjurkan untuk memperbanyak doa. Anjuran ini didasarkan pada hadits riwayat Abu Bakar bahwa Nabi Muhammad saw bersabda:  


“(Rahmat) Allah turun ke bumi pada malam nisfu Sya’ban. Dia akan mengampuni segala sesuatu kecuali dosa musyrik dan orang yang di dalam hatinya tersimpan kebencian (kemunafikan),” (HR Al-Baihaqi). 


Adapun doa yang perlu dipanjatkan untuk mendapatkan keutamaan malam NIsfu Sya’ban ada tiga:  
1. Meminta umur panjang 
2. Keberkahan rezeki 
3. Wafat membawa iman dan Islam (husnul khatimah). 


Ketiga doa tersebut merupakan unsur yang menyempurnakan hidup seseorang dalam menjalani hidup.
 


Hikmah Terbaru