• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Selasa, 18 Juni 2024

Garut

Gelar Pra-Musker ke-3, Berikut Harapan Para Mustasyar MWCNU Karangpawitan Garut

Gelar Pra-Musker ke-3, Berikut Harapan Para Mustasyar MWCNU Karangpawitan Garut
Pra-Musker 3 MWCNU Karangpawitan Garut. (Foto: NU Online Jabar/Rudi Sirojudin A).
Pra-Musker 3 MWCNU Karangpawitan Garut. (Foto: NU Online Jabar/Rudi Sirojudin A).

Garut, NU Online Jabar
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Karangpawitan Garut berencana akan menggelar kegiatan musyawarah kerja (Musker) ke-3 bertempat di Pondok Pesantren Al-Himatulaliyyah Kampung Tanjungpura Pesantren Desa Lengkongjaya pada Ahad (30/6/2024) mendatang dari mulai pukul 07.30 sd selesai. 


Kepastian Musker ke-3 itu didapat setelah para pengurus MWCNU, lembaga dan banom mengadakan rapat, bersama para Mustasyar yang dikemas melalui acara Meet and Greet Mustasyar MWCNU Karangpawitan Menuju Musker 3 yang dilaksanakan di Casacola Sky Garden Cirendeu Tanjungsari Karangpawitan, Sabtu (27/4/2024) lalu.  


Sekretaris MWCNU Karangpawitan M Didin Saeful Hayat mengatakan, meskipun Pra-Musker digelar di tempat yang suasananya modern, namun para Mustasyar tampak nyaman dan senang. "Dalam mengutarakan nasihatnya, para Mustasyar menyampaikannya dengan penuh keakraban disertai dengan penuh canda tawa khas kasepuhan," ucap M Didin Saeful Hayat saat melaporkan kegiatan kepada NU Online Jabar melalui sambungan Whatsapp, Selasa (30/4/2024). 


Dari 12 Mustasyar yang hadir, sebanyak 9 Mustasyar menyampaikan nasihat dan sarannya dengan lisan. Sementara, yang 3 menyampaikan nasihatnya melalui tulisan.


"Selanjutnya, para Mustasyar itu kemudian menyampaikan saran dan nasihatnya untuk kesuksesan Musker ke-3," tutur M Didin Saeful Hayat.


Berikut nasihat para Mustasyar MWCNU Karangpawitan Garut yang dikemas melalui quotes: 


"Berjuang dalam organisasi NU itu harus istikamah. Jadikanlah faham Ahlussunah wal Jamahnya terus meresap kepada generasi anak cucu kita." (KH Abdu Abdul Qodir)


"Ciri ikhlas berorganisasi NU itu, siap untuk melayani umat, bukan siap untuk dilayani umat." (KH Hasan Mustofa).


"Jangan pedulikan orang yang anti NU. Terimalah gunjingannya dengan masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri. Kunci solidnya organisasi NU yakni selalu taat akan AD/ART dan Perkum NU." (KH Ahmad Khohar).


"Jangan bangga dengan pujian keberhasilan dan jangan pesimis atas hinaan." (Hj Umi Lilim Patimah).


"Kita harus bijak dan penuh maaf kepada orang di luar NU." (KH Ade Komarudin).


"Sebagai pengurus NU, kita harus selalu dekat dengan masyarakat bawah." (KH Mamat).


"Jadikanlah akhlak dan ilmu sebagai pijakan berorganisasi NU." (KH Undang).


"NU harus menjadi organisasi yang modern dan dirasakan oleh umat. NU juga harus tanggap terhadap perubahan tatanan kehidupan umat di era digitalisasi." (KH Ahmad Saja).


Untuk diketahui, secara garis besar para Mustasyar berharap agar NU tidak hanya dikelola dan dibumikan oleh para ajengan/ustadz/kiai saja, tetapi juga oleh para ibu/ustadzah dan nyai. Dalam rapat itu juga disepakati kesepakatan bahwa para pengurus harus mampu memadukan unsur NU kultural dan struktural dalam situasi kondisi masing-masing tingkatan. 


Garut Terbaru