• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 27 Mei 2024

Ubudiyah

KOLOM NADIRSYAH HOSEN

Alhamdulillah dan 8 Pintu Surga

Alhamdulillah dan 8 Pintu Surga
(Ilustrasi: FB Nadirsyah Hosen).
(Ilustrasi: FB Nadirsyah Hosen).

Setelah mengaji Bismillah, kita lanjutkan dengan mengaji “Alhamdulillah”, masih berdasarkan olahan selektif dari kitab Tafsir ar-Razi.


“Segala puji bagi Allah” bukan berati kita tidak boleh memuji atau berterima kasih kepada selain Allah. Dalam satu  riwayat Hadits disebutkan: “tidak dikatakan bersyukur kepada Allah siapa yang tidak pandai berterima kasih kepada manusia (HR Abu Dawud). 


Namun kita harus menyadari bahwa pada hakikatnya semua pujian itu untuk Allah semata karena hanya Allah yang mempu menggerakkan hati dan sikap orang lain untuk mencintai, eh maaf maksudnya, untuk menolong kita.


Jadi, terima kasih kita kepada sesama itu bagian dari kita menunjukkan syukur dan pujian kepada Allah.


Dalam satu riwayat yang dikutip Tafsir ar-Razi, saat kita mendapat anugerah dan kita mengucapkan Alhamdulillah, seakan Allah berseru: “Lihat hambaku ini! Aku berikan hal kecil padanya dan dia membalasnya dengan ucapan yang tak terbatas”. 


Ucapan “Alhamdulillah” itu nilainya tak terbatas karena menggabungkan semua bentuk pujian Malaikat, dan para Nabi sejak Nabi Adam sampai Nabi Muhammad, para Wali, ulama dan semua makhluk ciptaan Allah sampai hari kiamat. Dahsyat banget.


Dan ucapan “segala puji bagi Allah” itu bagaikan siklus tanpa henti. Karena kita persembahkan ucapan yang nilainya tak terbatas itu, maka Allah akan membalas perbuatan baik kita saat mengucapkannya dengan ganjaran yang juga tak terbatas. Cinta yang tak terbatas memang wajar dibalas dengan cinta yang tak bersyarat.


Imam ar-Razi juga mengingatkan kita bahwa (dalam huruf Arab) kata “alhamdulillah” berjumlah 8 huruf, sementara pintu surga itu juga berjumlah 8. Maka bayangkanlah saat kita menyebut الحمد لله dari hati kita yang paling dalam, semua hurufnya terbang menembus memasuki kedelapan pintu surga tersebut. Semoga di akhirat kita bisa memasukinya.


KH Nadirsyah Hosen,  salah seorang Dosen Senior Monash Law School


Ubudiyah Terbaru