• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 4 Maret 2024

Taushiyah

KOLOM GUS ISHOM

Taqwa: Kata yang Selalu Dikhutbahkan Tetapi Jarang Dipahami

Taqwa: Kata yang Selalu Dikhutbahkan Tetapi Jarang Dipahami
Taqwa: Kata yang Selalu Dikhutbahkan Tetapi Jarang Dipahami.
Taqwa: Kata yang Selalu Dikhutbahkan Tetapi Jarang Dipahami.

Kebanyakan orang mengucapkan suatu kata, kalimat, atau serangkaian kalimat karena merasa sudah paham. Tujuan ucapannya itu antara lain agar lawan bicaranya bisa memahami maksudnya. Padahal belum tentu demikian. Terkadang pembicara tidak atau belum memahami makna  dari setiap kata dalam kalimat yang diucapkannya itu, apalagi secara lebih rinci dan detil. 


Jadi sebenarnya, benar dalam berbicara bukanlah perkara yang mudah. Berbicara terkesan jauh lebih mudah bila dibandingkan dengan memahami lebih dahulu dengan benar apa yang akan atau sedang dibicarakan.


Saya ambilkan contoh, tentang setiap khatib dalam ibadah Jum'at yang wajib berwasiat takwa. Para khatib Jum'at itu belum tentu memiliki pemahaman yang benar, rinci dan detil tentang kata "taqwa" yang berulangkali diucapkannya, apalagi jamaah dari kalangan muslim awam yang mendengarkannya.


Kata "taqwa" berasal dari bahasa Arab. Maknanya sudah dianggap maklum oleh para pengucap dan pendengarnya, meski senyatanya mereka belum tentu paham dengan baik dan benar.


Di bawah ini, saya sepintas menganalisis asal usul kata "taqwa" berdasarkan ilmu I'lal yang dahulu kala pernah saya pelajari saat mengaji di pondok pesantren. Khatib Jum'at dari kalangan santri--insyaallah--pasti paham.


والأصل وقيا قلبت الواو تاء  ثم الياء واوا فصار تقوى وهو غير منصرف لأن ألفه للتأنيث


"Asal kata "taqwa" dari "waqaya", huruf wawu-nya diganti dengan huruf ta', selanjutnya huruf ya'-nya ditukar dengan huruf wawu, sehingga menjadi kata "taqwa". Kata "taqwa" adalah isim ghairu munsharif/kata benda yang tidak menerima harakat tanwin, karena huruf alif dari kata "taqwa"--huruf terakhirnya--adalah li al-ta'nits."


Secara bahasa, kata " taqwa/ التقوى " berarti sedikit bicara/قلة الكلام atau berarti sekat penghalang di antara dua sesuatu/ الحاجز بين الشيئين. Sedangkan pengertian "taqwa"  menurut istilah adalah,


إمتثال أمر الله واجتناب نواهيه


"melaksanakan  perintah Allah dan menjauhi larangannya."


Relevansi makna kebahasaan dan istilah dari kata "takwa"  di atas cukup jelas, bahwa


كأن المتقي جعل امتثال أمر الله والإجتناب عما نهاه الله حاجزا بينه وبين العذاب


"Seakan orang yang bertaqwa itu menjadikan pelaksanaan terhadap perintah Allah dan penghindaraan terhadap apa saja yang dilarang oleh Allah sebagai penghalang, sekat, antara dirinya dengan azab." 


Untuk lebih memudahkan pemahaman tentang pengertian/makna dari kata "taqwa" yang seringkali diucapkan namun relatif kurang dipahami, berikut ini saya uraikan dengan menyebut sebagian contohnya. 


ومن الأوامر الإخلاص والصبر والرضا والزهد والقناعة والتوكل وشكر المنعم والنصيحة  ومحبة أهل العلم وتعلم ما لا بد منه من أمور الدين


"Di antara perintah-perintah Allah adalah ikhlas,  sabar, ridla, zuhud, qana'ah, tawakkal, bersyukur kepada pemberi nikmat (Allah), nasehat, mencintai ahli ilmu (alim ulama) dan mempelajari ilmu agama."


ومن النواهي الحقد والحسد والبغي والغضب لغير الله والغش  والخديعة والمكر والكبر والعجب


"Di antara larangan-larangan Allah adalah dendam, iri dengki, berbuat zalim, marah bukan karena Allah, penipuan, kemunafikan, tipu muslihat, sombong dan mengagumi diri sendiri."


Orang yang bertaqwa terdiri dari tiga peringkat sebagai berikut:


Pertama, menjaga diri dari azab yang selamanya dengan cara membebaskan diri dari perbuatan syirik (menyekutukan Allah), sesuai firman Allah,


والزمهم كلمةالتقوى ( سورة الفتح : ٢٦ )


"...dan Allah mewajibkan kepada mereka (orang-orang yang beriman) kalimat takwa..." yakni kalimat tauhid "la ilaha illa Allah".


Kedua, menjauh dari setiap perbuatan dosa, baik melakukan suatu perbuatan yang dilarang,   seperti dosa-dosa kecil  atau meninggalkan apa yang diperintahkan. Inilah yang dikenal sebagai taqwa menurut syara'. Dan inilah yang relevan dengan firman Allah,


لو أن أهل أهل القرى آمنوا واتقوا ... ( سورة الأعراف: ٩٦ )


"Seandainya penduduk suatu negeri beriman dan bertaqwa..."


Ketiga, mengosongkan hati dari segala sesuatu yang menyibukkan dirinya dari selain Yang Maha Benar/al-Haqq (Allah swt.). Inilah  ketakwaan hakiki yang dituntut dalam firman Allah,


يا أيها الذين آمنوا اتقوا اتقوا الله ( سورة آل عمران: ١٠٢ )


"Wahai orang-orang yang beriman, beraqwalah kalian kepada Allah..."


KH Ahmad Ishomuddin, Rais Syuriyah PBNU masa khidmah 2010-2015 dan 2015-2021.


Taushiyah Terbaru