• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Minggu, 23 Juni 2024

Taushiyah

Kultum Ramadhan: Meningkatkan Kesehatan Spiritual dan Sosial

Kultum Ramadhan: Meningkatkan Kesehatan Spiritual dan Sosial
Ilustrasi. (Foto: NU Online/freepik)
Ilustrasi. (Foto: NU Online/freepik)

Allah Swt telah menegaskan di dalam Al-Qur’an bahwa manusia diciptakan untuk beribadah sekaligus menjadi khalifah di muka bumi. Perintah beribadah kepada Allah Swt ini merupakan simbol dari hablum minallah atau bagaimana menjalin hubungan kita dengan khaliq (pencipta) yakni Allah Swt.


Adapun sebagai khalifah mengandung dimensi sosial yakni bagaimana kita mampu menjalin hubungan yang harmonis dengan sesama makhluk Allah Swt. Keduanya baik dimensi spiritual yakni ibadah kepada Allah maupun dimensi sosial yakni menjalin hubungan yang baik dengan sesama makhluk Allah ini harus berjalan seiringan.


Ironisnya seringkali kita menemukan ada ketidakseimbangan, seringkali kita melihat ada orang yang begitu hebat dalam spiritualnya, dia rajin beribadah tapi dia rajin melaksanakan shalat bersamaan dengan itu dia pun selalu menyakiti dan menzalimi orang lain. 


Apa pula orang yang bolak-balik menjalankan ibadah haji dan umroh, tapi di sisi lain dia membiarkan saudaranya kaum duafa hidup dalam kelemahannya dan ada juga orang-orang yang rajin datang ke majelis taklim, tapi sehari-harinya senang menggunjing orang lain.


Ini merupakan satu hal yang ironis padahal Allah Swt memerintahkan kita untuk hidup seimbang bagaimana kita mampu menyeimbangkan dua dimensi baik dimensi spiritual maupun dimensi sosial.


Di dalam Al-Qur’an Allah Swt mengingatkan tentang kecelakaan orang-orang yang shalat yakni orang yang lalai dari shalatnya. Apa yang dimaksud dengan lalai dari shalatnya? Yakni setelah dia melaksanakan shalat nilai-nilai shalat itu tidak dapat terimplementasikan dalam kehidupannya sehari-hari.


Di dalam ayat Al-Qur’an Allah Swt juga menegaskan kepada kita bahwa celakalah orang-orang yang shalat yakni mereka yang lalai dari shalatnya mereka yang hanya untuk memamerkan dirinya bahwa dirinya sebagai orang yang saleh tapi kemudian dia enggan berbagi, dia enggan berbuat baik terhadap sesamanya di satu sisi ibadah ritualnya hebat tapi di sisi lain kesalehan sosialnya minim.


Inilah saudaraku yang dirahmati Allah subhanahu wa ta'ala yang harus selalu menjadi bahan evaluasi kita. Sudahkah kita mampu menjalankan dua dimensi kehidupan kita yakni dimensi spiritual memperbaiki hubungan kita dengan Allah Swt dengan menjalankan perintah-Nya dan juga mampu menjaga dimensi sosial yakni dengan memperbaiki hubungan kita dengan sesama makhluk Allah Swt meningkatkan kepedulian kita terhadap sesama.


Di bulan Ramadhan ini tentu kita diajarkan melalui ibadah puasa. Bagaimana dalam ibadah puasa ini kita dituntut untuk meningkatkan dimensi spiritual kita dengan mentaati apa yang Allah perintahkan melalui ibadah puasa, tapi melalui ibadah puasa juga Allah mengajarkan kita untuk lebih berempati dengan sesama saat kita merasakan lapar. 


Oleh karena itu saudaraku yang dirahmati Allah Swt mari kita terus berupaya untuk menyeimbangkan kesalehan individu kita kesalehan spiritual kita sekaligus juga dengan kesalehan sosial.


Taushiyah Terbaru