• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Selasa, 27 Februari 2024

Opini

Non-Muslim dan Hijrah

Non-Muslim dan Hijrah
Non-Muslim dan Hijrah
Non-Muslim dan Hijrah

Peristiwa Nabi Muhammad Saw dan sahabat beliau berhijrah ada melibatkan non-Muslim. Bagaimana ceritanya?


Ketika para sahabat Nabi di kota Mekkah mengalami berbagai ancaman yang berat, maka Nabi memerintahkan para sahabat hijrah ke Habasyah. Ini negeri Kristen. Para sahabat kemudian dilindungi oleh Raja Habasyah. Lihatlah bagaimana para sahabat mencari perlindungan ke negeri berpenduduk Kristen, persis seperti sekarang gelombang pengungsi dari Syiria, Yaman, Libya, Iraq, Afghanistan, Tunisia memasuki Eropa dan berlindung di negeri non-Muslim.


Nabi Muhammad sendiri masih aman di kota Mekkah sampai kemudian Abu Thalib wafat. Maka Abu Lahab yang mengomandani suku Quraisy mengumumkan melepaskan perlindungan kepada Nabi Muhammad. Itu artinya siapapun bisa membunuh beliau dan tidak akan ada suku Quraisy yang membelanya. Nasib pilu membuat Nabi lari dikejar-kejar mereka yang hendak mencelakakannya. Nabi dengan berdarah-darah dilempari penduduk Thaif.


Untunglah ada kepala suku kecil yang bersedia melindungi Nabi Muhammad. Mu'thim bin Adi mengumumkan bahwa Muhammad berada dalam perlindungannya. Amanlah saat itu nyawa Nabi Muhammad. Mu'thim tidak percaya agama Allah tapi dia mau melindungi Muhammad Saw saat itu.


Akan tetapi Mu'thim melepaskan perlindungan setelah peristiwa isra mi'raj dimana dia menuduh Nabi Muhammad berbohong dan karenanya dia secara terbuka melepaskan jaminan perlindungannya terhadap Nabi Muhammad Saw.


Dalam kondisi itulah turun perintah hijrah ke Yatsrib. Saat itu nyawa Nabi Muhammad Saw benar-benar terancam, hanya hijrah satu-satunya jalan keluar. Abu Bakar dan Nabi Muhammad memutuskan pergi malam-malam ke Yatsrib (Madinah).


Mereka ditolong oleh seorang non-Muslim namanya Abdullah bin Arqat (saat itu belum masuk islam). Abdullah bin Arqat inilah yang memandu dan memimpin perjalanan Nabi melewati jalan yang tidak biasa guna mengelabui dan menghindari kejaran kafir jahiliyah. Sekali lagi, ada peranan non-Muslim di sini.


Berhijrah bukan berarti melupakan ukhuwah basyariyah (persaudaran atas dasar kemanusiaan). Mari kita tebar terus rahmat ke semesta alam. Selamat tahun baru 1 Muharram 1445 H


Nadirsyah Hosen


Opini Terbaru