• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Selasa, 16 April 2024

Opini

KOLOM NADIRSYAH HOSEN

Kisruh Antar Saudara

Kisruh Antar Saudara
(ILustrasi: NU Online).
(ILustrasi: NU Online).

Lelaki tua itu sudah berusia 60 tahun ketika istrinya melahirkan anak kembar lelaki. Ketika sudah besar, kedua anak tumbuh dengan penampakan dan kepribadian yang berbeda. Yang lebih tua, Esau, berkulit kemerahan dan banyak bulu di tubuhnya. Ya’kub, sang adik, lebih kalem dan kulitnya mulus tak berbulu.


Semakin sepuh, sang bapak kehilangan penglihatannya. Dia lebih mencintai Esau. Suatu saat, sebagai seorang kekasih Allah, sang bapak berkata ke Esau untuk datang pada suatu waktu membawa makanan kesukaan bapaknya dan dia akan mendoakan Esau. Rebekah, sang Ibu, yang lebih mencintai Ya’kub, membocorkan pembicaraan tersebut dan menyuruh Ya’kub mendahului menemui sang bapak.


Mengira yang dihadapannya adalah Esau, sang bapak yang bernama Ishak bin Ibrahim, mendoakan agar anak di depannya diangkat menjadi Nabi. Doanya makbul. Maka Ya’kub menjadi Nabi. Bukannya Esau.


Esau tidak terima dan memburu Ya’kub untuk dibunuh. Tapi Rebekah sang Ibu menyelamatkan Ya’kub dan menyuruhnya pergi.


Sang bapak boleh berkehendak, tapi Allah yang punya keputusan. Esau kelak menikahi Mahalath sepupunya yang keturunan Nabi Ismail. Dari jalur Esau kelak muncul Nabi Ayyub.


Dari jalur Ya’kub lahir 12 anak yang kesemuanya menjadi pemimpin 12 suku Yahudi. Nabi Yusuf salah satunya. Kita tahu bahwa Ya’kub lebih mencintai Yusuf dibanding saudara2nya. Kisruh antar saudara kembali muncul. Yusuf dijebloskan ke sumur tua. Belakangan Yusuf menjadi penguasa Mesir.


Sejarah kembali berulang. Yusuf punya dua anak. Manasseh dan Ephraim. Ya’kub sudah berusia sekitar 147 tahun ketika Yusuf meminta barakah bapaknya untuk kedua anaknya. Ya’kub menaruh tangan kirinya di kepala Manasseh dan tangan kanan di adiknya Manasseh yaitu Ephraim. Yusuf yang lebih condong pada Manasseh terkejut dan hendak mengalihkan tangan bapaknya agar tangan kanannya di atas Manasseh. Tapi Ya’kub tidak mau dan Ephraim sang adik yang terpilih.


Kisruh siapa penerus legasi orang tua sudah sejak dulu terjadi. Dan sejarah selalu berulang, meski dengan lakon dan aktor serta kepentingan yang berbeda.


Pesan moralnya? Sesama saudara gak usah berdengki hati & saling berebut doa orang tua.


Nadirsyah Hosen, salah seorang Dosen Senior Monash Law School


Opini Terbaru