Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Pendidikan Agama dalam Keluarga

Pendidikan Agama dalam Keluarga
(Ilustrasi/NU Online)
(Ilustrasi/NU Online)

Oleh Aji Rahmadi
Pada dasarnya pendidikan adalah sebuah usaha mentransformasi pengetahuan dasar sebagai bekal hidup, pendidikan akan terasing  dari kebudayaan disebabkan karena terlepasnya pendidikan terhadap yang dididiknya dan menyebabkan kematian dari sebuah peradaban dan kebudayaan, keduanya saling berkaitan,  perubahan terhadap pendidikan dengan sendirinya akan merubah kebudayaan dan peradaban begitupun sebaliknya.

Begitupun halnya dalam keluarga pendidikan agama khususnya menjadi sesuatu hal yang sangat penting, Islam mengajarkan kepada umat manusia agar mampu melindungi generasi penerus dalam keluarga dengan menjaga mereka dalam berbuat keburukan. Allah berfirman dalam surat at-Tahrim ayat 6:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا.........

“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.”

Pada ayat tersebut mengindikasikan bahwa manusia diperintahkan oleh Allah untuk menjaga diri sendiri dan keluarga, yang dimaknai bahwa pendidikan dalam keluarga itu sangat penting. Kemudian Hadits Rasul:

حَدَّثَنَا عَبْدَانُ، أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ، أَخْبَرَنَا يُونُسُ، عَنْ الزُّهْرِيِّ، قَالَ: أَخْبَرَنِي أَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ: " مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلَّا يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ، أَوْ يُمَجِّسَانِهِ كَمَا تُنْتَجُ الْبَهِيمَةُ بَهِيمَةً جَمْعَاءَ، هَلْ تُحِسُّونَ فِيهَا مِنْ جَدْعَاءَ، ثُمَّ يَقُولُ: فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَاف لا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِق ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ

Artinya : Abdan Menceritakan kepada kami (dengan berkata) Abdullah memberitahukan kepada kami (yang berasal) dari al-Zukhri (yang menyatakan) Abu salamah bin Abd al-Rahman memberitahukan kepadaku bahwa Abu Hurairah, ra. Berkata : Rasulullah SAW bersabda “setiap anak lahir (dalam keadaan) Fitrah, kedua orang tuanya (memiliki andil dalam) menjadikan anak beragama Yahudi, Nasrani, atau bahkan beragama Majusi. sebagaimana binatang ternak memperanakkan seekor binatang (yang sempurnah Anggota tubuhnya). Apakah anda melihat anak binatang itu ada yang cacak (putus telinganya atau anggota tubuhnya yang lain)kemudian beliau membaca, (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan menurut manusia fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (itulah) agama yang lurus (Al-Asqolani, 2008).

Hadits tersebut mengindikasikan pada kalimat memiliki andil dalam beragama, bahwa keluarga sangat berpengaruh terhadap karakter,  pola pikir seorang anak. 

Pendidikan keluarga merupakan pendidikan yang tidak terkikis oleh zaman, karena dalam keluarga terdapat proses interaksi dan sosialisasi dalam skala kecil. Substansi dari pendidikan dalam keluarga adalah terciptanya sebuah komunikasi anggota keluarga, masing-masing terlihat dalam perbuatan dan tindakannya, orang tua mempunyai peran yang sentral dalam hal ini. Orang tua menjadi tauladan bagi anak-anaknya, memberikan contoh dan membiasakan perilaku yang baik, dapat memberikan implikasi langsung terhadap pembentukan setiap aspek anak (Rufaedah, 2020).

Para psikolog dan para ahli meyakini, bahwa faktor utama yang memberikan dampak atau pengaruh langsung terhadap pembentukan perilaku adalah keluarga, hal ini disebabkan karena dalam keseharian setiap anak akan melihat contoh pada orang tuanya, dan keluarga merupakan lembaga pendidikan pertama. Keluarga memberikan peran terhadap pembentukan perilaku anak, karena keluarga merupakan tempat pertama kali individu dilahirkan, maka individu akan menyesuaikan dengan pola yang dibentuk dalam keluarga. 

Pendidikan dalam keluarga diyakini berpengaruh besar pada pembentukan watak, budi pekerti, kepribadian dan perilaku individu. Semua perilaku, sikap orang tua akan menjadi perhatian bagi anak-anaknya, oleh karena itu keluarga berperan penting dalam pembenukan perilaku (Djaelani, 2013).

Oleh karena itu pendidikan agama dalam keluarga harus disadari betul oleh para orang tua, karena akan berpengaruh terhadap pembentukan perilaku anak dalam beragama. 

Berbagai macam metode dapat diterapkan orang tua dalam mendidik agama diantaranya adalah dengan metode teladan, metode teguran, metode hukuman, metode cerita, metode pembiasaan, melalui pengalaman-pengalaman konkrit dan masih banyak metode yang dapat diterapkan dalam pendidikan agama di keluarga. Namun dari sekian metode yang paling dianggap berpengaruh pada perubahan perilaku atau dalam beragama adalah metode tauladan. 

Hakikat dari keteladanan adalah melakukan peniruan atau imitasi, yaitu sebuah proses peniruan yang dilakukan anak terhadap orang tuanya, keberhasilan pendidikan keluarga juga didukung oleh faktor orang tua sebagai figur dalam lingkungan pendidikan. Kurangnya keteladanan dalam diri orangtua, menjadi salah satu faktor menurunnya nilai kualitas perilaku anak. Sebaliknya dengan keteladanan orangtua sebagai infulencer bagi anaknya, menjadi metode paling influentif dalam pembentukan aspek  moral, spiritual dan semangat anak (Munawwaroh, 2019).

Dengan demikian pendidikan agama dalam keluarga sebagai salah satu cara umat Islam untuk menjalankan perintah Allah dan rasulnya, menjauhkan diri dari api neraka dan pembentukan sikap atau perilaku spiritual anak, dapat diimplementasikan dengan baik. 

Penulis adalah Guru di SMP PGRI DAGO PAKAR

Terkait

Opini Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×