• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Selasa, 16 April 2024

Ngalogat

Menyusuri Jalan Cinta di Ponpes Al-Kahfi Cirebon 

Menyusuri Jalan Cinta di Ponpes Al-Kahfi Cirebon 
Menyusuri Jalan Cinta di Ponpes Al-Kahfi Cirebon 
Menyusuri Jalan Cinta di Ponpes Al-Kahfi Cirebon 

Tepat pada Sabtu (6/1/2024) mulai pukul 19:30 WIB- selesai, kemarin malam seluruh santri dalam rinai rintik hujan menikmati makan malam, sekedar perpisahan. Kami menginap di pondok pesantren Al-Kahfi Cirebon yang merupakan salah salah satu yayasan Suwargi Buwana Djati milik Kiai Tatang, Tujuan pertama kami diminta untuk khidmah dan memberi semangat motivasi dalam sebuah diskusi kecil dan mentoring kepada para siswa siswi Madrasah Aliyah Terpadu (MAT) agar mereka  mau dan semangat untuk meneruskan ke perguruan tinggi (kuliah). 


Sebelumnya, pembina pesantren Al-Kahfi Ustadz Rijan Al-Kaetami, kepala sekolah Madrasah Aliyah Terpadu (MAT) Eman Sulaeman, dewan Asatid Abu Aburohim menerima kami dengan sangat baik dan ramah, sering bercanda, rumahnya berada di sekitaran pesantren yang beliau bina. 


Usai penutupan KKN-Santri, pembagian hadiah ala-alaan, ngobrol-ngobrol ngalor-ngidul seenaknya hingga menjelang tengah malam dan foto-foto selfi, lalu makan bersama. 


Diakhir kami meminta pesan dan kesan selama KKN-Santri kepada masing-masing perwakilan laki-laki dan perempuan untuk menyampaikan sebuah pesan dan kesan,  salah seorang Rois santri bernama  Ferdi memberikan pesan kepada kami  Kerja Khidmah Nyata_Santri. 


"Segala sesuatu harus dimulai dengan cinta, karena kalau sudah cinta apapun yang kita lakukan tidak akan pernah mengenal lelah, maka dengan itu marilah kita saling mencintai," ucapnya. 


Jadi teringat puisi Kiai Husein Muhammad: 



Ribuan hari telah berlalu, 
Ribuan hari akan datang. 
Seluruhnya adalah waktu. 
Jangan tenggelam dalam bayang-bayang. 
Jangan sesali hari-hari yang telah pergi. 


Pada zaman yang pergi ada “ibrah"
Renungkanlah. 

Teruslah melangkah
Menyusuri jalan cinta
Jangan kehilangan harapan
Sambutlah dengan riang
Zaman yang datang menjemput 


Teruslah mencipta 
dan memberi makna
Kibarkan cintamu
Kepada seluruh ciptaan Tuhan
Semoga Tuhan memberkati kita semua. 


Sebelum berpisah kami minta didoakan mereka, agar disetiap perjalanan hidup yang ditempuh bisa bermanfaat bagi  kami (KKN-S), semoga perjalanan 10 hari kami bisa dikenang dengan baik di pesantren Al-Kahfi. 


​​​​​​​Hasemi Fauziah, salah seorang Kontributor NU Online Jabar


Ngalogat Terbaru