Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Rais Syuriah PWNU Jabar: Nash Sudah Final, Bahtsul Masail Jadi Salah Satu Metode Menjawab Permasalahan Umat

Rais Syuriah PWNU Jabar: Nash Sudah Final, Bahtsul Masail Jadi Salah Satu Metode Menjawab Permasalahan Umat
Rais Syuriah PWNU Jabar: Nash Sudah Final, Bahtsul Masail Jadi Salah Satu Metode Menjawab Permasalahan Umat.
Rais Syuriah PWNU Jabar: Nash Sudah Final, Bahtsul Masail Jadi Salah Satu Metode Menjawab Permasalahan Umat.

Bandung, NU Jabar Online
Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat KH Abun Bunyamin menerangkan pentingnya menggelar Bahtsul Masail guna memecahkan persoalan yang ada di tengah masyarakat. Kiai Abun menyebut Nash atau Al-Quran sudah final, sehingga para ulama perlu bermudzakarah dan mengambil kesepakatan terhadap berbagai masalah, salah satunya melalui Bahstul Masail. 


"Dengan wafatnya baginda Rasulallah maka Nash atau Al-Quran itu sudah final, tidak bisa dirubah, sehingga penting adanya gelaran bahtsul masail ini sebagai upaya kita mencari dan memberikan jawaban terhadap persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat," ungkap kiai Abun dalam tausiyahnya pada kegiatan Bahstul Masail yang digelar oleh Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PWNU Jawa Barat bersama LBM Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Pondok Pesantren se-Jawa Barat di Gedung Dakwah PWNU Jawa Barat, Rabu (21/9).


Sejak dahulu, sambung kiai Abun, permasalahan umat akan terus selalu berkembang, setiap abad, tahun, bulan, hari bahkan detik sekalipun. Selalu akan bermunculan permasalahan umat sesuai dengan perkembangan zamannya. 


Kiai Abun menegaskan bila Nahdlatul Ulama tidak mengadakan bahasan seperti ini, tentu akan tertinggal. Pada prinsipnya tidak ada masalah tanpa hukum, semua persoalan punya keterkaitan dengan hukum pada kitab para ulama terdahulu, dengan kata lain setiap masalah pasti ada hukumnnya. 


Menurutnya kegiatan juga dapat mengasah dan menambah ilmu dan wawasan yang berkaitan dengan ilmu fiqh juga ilmu lainnya. Beliau mengutip perkataan Ibnu Abbas, bahwa cara agar dapat menambah wawasan itu dengan 'Bilisanin saulin wa qalbin akulin,' artinya banyak bertanya dan banyak berfikir. 


"Kegiatan Bahtsul Masail ini ajang kita banyak bertanya dan berfikir yang kaitannya dengan persoalan umat, dengan referensi kitab-kitab ulama terdahulu, insyallah dapat memecahkan masalah, juga menambah wawasan kita," tambahnya. 


Selain itu, Kiai yang juga merupakan pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta tersebut juga berharap dengan diselenggaranya Bahtsul Masail ini dapat menambah khazanah keilmuan tentang ilmu fiqh, dalam wujud nyata salah satunya dengan mencetak buku dari hasil bahtsul masail kali ini. Buku tersebut semoga nantinya dapat bermanfaat bagi agama, bangsa dan negara. 


"Tentu yang juga tak kalah penting, bahwa hasil dari Bahtsul Masail ini akan diserahkan kepada pemerintah, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan lembaga kerkait lainnya untuk dapat dipertimbangkan sebagai acuan pemerintah dalam membuat aturan yang berkaitan dengan bahasa pada Bahtsul Masail kali ini," pungkas kiai Abun.


Sebagai informasi, terdapat tiga bahasan pokok pada Bahtsul Masail tersebut, yaitu tentang anggota ormas terlarang dan mantan koruptor menjadi caleg, dana Infaq masjid untuk kebutuhan sosial, dan hukum waris karya ilmiah. 


Pewarta: Riki Baehaki
Editor: Muhammad Rizqy Fauzi

Terkait

Nasional Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×