• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Selasa, 16 April 2024

Nasional

Pimpin Upacara HSN 2023, Presiden Jokowi Sebut Santri Pilar Kekokohan Bangsa

Pimpin Upacara HSN 2023, Presiden Jokowi Sebut Santri Pilar Kekokohan Bangsa
Presiden Jokowi saat pimpin apel hari santri nasional di Surabaya (Foto: NU Online)
Presiden Jokowi saat pimpin apel hari santri nasional di Surabaya (Foto: NU Online)

Bandung, NU Online Jabar
Apel Peringatan Hari Santri tingkat Nasional 2023 di Tugu Pahlawan, Surabaya, Jawa Timur, pada Ahad (22/10/2023) dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo sebagai inspektur upacara dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai komandan upacara.


Presiden Jokowi hadir dengan pakaian lengkap ala santri dengan setelan jas, baju koko putih, sarung, dan peci. Presiden dalam sambutannya menegaskan bahwa santri adalah pilar kekuatan dan fondasi kekokohan bangsa. 


Peran tersebut menurutnya sudah terbukti sejak zaman perjuangan kemerdekaan hingga saat ini. Hal inilah yang membuat Jokowi berkenan menghadiri Apel Hari Santri 2023 di Surabaya meski baru saja mendarat dari Arab Saudi.  


Lebih lanjut, Jokowi mengatakan bahwa Indonesia sangat beruntung karena memiliki sangat banyak pondok pesantren. Inilah kekuatan besar yang menjadi penentu kemajuan.  


"Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia 36 ribu pondok pesantren. Sebuah kekuatan besar, penentu lompatan kemajuan bangsa, keberhasilan cita-cita bangsa," katanya. 
 

Awal mula Hari Santri 
Selanjutnya, Jokowi berkisah awal mula ditetapkannya Hari Santri dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015. Semua ini bermula sejak 2014 saat ia berkunjung ke sebuah pesantren di Kabupaten Malang, Jawa Timur.  


"Ada usulan saat itu dari para kiai dan santri untuk memutuskan adanya Hari Santri. Tapi saat itu saya belum presiden. Kemudian setelah terpilih menjadi presiden, permohonan dari pesantren di Kabupaten Malang, kita kaji dan tindak lanjuti kemudian kita putuskan adanya Hari Santri lewat Keppres Nomor 22 Tahun 2015. Sejak itu kita memiliki Hari Santri," ucap Jokowi.  


Penentuan 22 Oktober sebagai Hari Santri merujuk pada Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari pada tahun 1945.


"Beliau mengatakan bahwa melawan penjajah itu fardhu'ain dan tewas tertembak musuh hukumnya mati syahid. Ini fatwa luar biasa sehingga kita semua berjuang untuk pertahanan negara dan kepentingan umat," katanya.  


Terakhir, Jokowi mengingatkan para santri untuk terus menyesuaikan diri dengan berbagai kondisi. Terlebih saat ini sedang terjadi perang yang menyebabkan krisis.  


"Semangat Hari Santri harus kita sesuaikan dengan konteks kondisi hari ini, dimana ada krisis ekonomi, pangan, energi akibat perang, baik yang  Ukraina-Rusia maupun Palestina-Israel," pungkas Jokowi.
 


Nasional Terbaru