Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Jelang Haul Kiai Aqil Siradj ke-33, Ponpes KHAS Kempek Cirebon Adakan Bahtsul Masail

Jelang Haul Kiai Aqil Siradj ke-33, Ponpes KHAS Kempek Cirebon Adakan Bahtsul Masail
Jelang Haul Kiai Aqil Siradj ke-33, Ponpes KHAS Kempek Cirebon Adakan Bahtsul Masail. (Foto Zakki Sayidi).
Jelang Haul Kiai Aqil Siradj ke-33, Ponpes KHAS Kempek Cirebon Adakan Bahtsul Masail. (Foto Zakki Sayidi).

Cirebon, NU Online Jabar
Pondok pesantren KHAS Kempek Cirebon asuhan kiai Musthofa Aqil Siradj, adakan Bahtsul Masail menjelang Haul Kiai Aqil Siradj ke-33, pada Rabu (7/9) di Masjid al-Jadid Pondok Pesantren KHAS Kempek. Acara tersebut diikuti oleh semua pondok pesantren se-Jawa Barat dan organisasi alumni Ponpes KHAS Kempek atau dikenal dengan nama Ikhwan KHAS. Ikut hadir pula pengurus LBM PBNU, Kiai Muhammad Sofi Musthofa Aqil, LBM PWNU Jawa Barat, Kiai Ghufroni Masyhuda, dan Kiai Afif Yahya, serta Kiai Ahmad Zaini Dahlan, Lc, M.Phil selaku keluarga Pondok Pesantren KHAS Kempek 


Pagelaran Bahtsul Masail kali ini membahas dua masalah, yaitu mengenai sah atau tidaknya shalat Jum’at di masjid perusahaan. Dimana, pihak perusahaan membuat aturan bahwa karyawannya melakukan shalat Jum’at di masjid perusahaan. Dan masalah halaman masjid yang digunakan untuk acara pribadi, seperti resepsi pernikahan.


“Acara Bahtsul Masail ini rutin dilakukan setiap menjelang haul kiai Aqil Siradj dan sesepuh pondok pesantren KHAS Kempek,” ucap Kiai Afif selaku ketua panitia.


Kiai Afif menilai, pergelaran Bahtsul Masail ini menjadi salah satu ciri dari pondok pesantren dan warisan dari para ulama salaf. Pasalnya, dalam memutuskan sebuah hukum tidak boleh sembarangan tanpa ada referensi dari kitab kuning.


Melihat fenomena saat ini banyak sekali fatwa yang tanpa referensi bahkan sampai bisa dikatakan menyeleweng, maka sudah menjadi kewajiban bagi pesantren untuk mengadakan Bahtsul Masail secara intens.


“Kegiatan Bahtsul Masail yang dilakukan menjelang haul kiai Aqil Siradj yang ke-33, tidak lain sebagai upaya menghidupkan dan melestarikan khazanah keislaman yang sudah menjadi tradisi pondok pesantren di Indonesia,” ucap kiai Afif.


“Bahkan para ulama terdahulu selalu mengadakan diskusi di setiap pertemuan dan di setiap kesempatan berkumpul. Itu bisa dilakukan hampir setiap hari, karena permasalahan di tengah masyarakat akan terus bergulir tanpa henti,” tambahnya.


Pewarta: Zakki Sayidi
Editor: Duljani/MRF

Terkait

Kabupaten Cirebon Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×