• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Jumat, 23 Februari 2024

Kabupaten Bandung

Khatmil Qur'an 30 Juz Selama 40 Hari Jadi Cara Nahdliyin di Kabupaten Bandung Doakan Almarhum KH Asep Jamaludin 

Khatmil Qur'an 30 Juz Selama 40 Hari Jadi Cara Nahdliyin di Kabupaten Bandung Doakan Almarhum KH Asep Jamaludin 
Khatmil Qur'an 30 Juz Selama 40 Hari Jadi Cara Nahdliyin di Kabupaten Bandung Doakan Almarhum KH Asep Jamaludin 
Khatmil Qur'an 30 Juz Selama 40 Hari Jadi Cara Nahdliyin di Kabupaten Bandung Doakan Almarhum KH Asep Jamaludin 

Bandung, NU Online Jabar
Bertempat di Lebak Biru Cihelang Kabupaten Bandung, gelaran tahlil dalam rangka wafatnya Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bandung KH Asep Jamaludin telah memasuki hari ke -7, Rabu (29/11/2023). Acara tahlil ini dilangsungkan sekaligus bersama haul kelima dari ibu Nyai Hj Djachronah.


Tahlilan hari ke-7 ini, dihantar dengan sejumlah rangkaian diantaranya pembacaan tahlil, Khatam Al Qur'an 30 Juz yang dibacakan oleh para Alim Ulama, pengurus NU, Lembaga NU, Banom, dan para santri dari pondok pesantren Al Husaini yang dilaksanakan selama 40 hari, oleh para santri di makamnya KH Asep Jamaludin, dengan penjadwalan dua jam sekali, para santri bergiliran  membacakan ayat suci Al-Quran tersebut.


Sosok KH Asep Jamaludin dimata para sahabatnya, merupakan sosok yang memiliki kesantunan, kesabaran, dan ketawadhuan, serta seorang yang mampu membawa keberadaan NU di kabupaten Bandung. 


Seperti yang di ungkapkan oleh Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Barat  KH Juhadi Muhammad yang bertakziah pada hari ketiga. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan rasa kekagumannya pada sosok KH Asep Jamaludin, yang mampu membawa NU kabupaten Bandung semakin membesar, hingga kekuatan NU Kabupaten Bandung, bisa di tunjukan dengan mampu memiliki Bupati dari kalangan santri, kader NU nya sendiri.


"Sulit mendapatkan sosok seperti KH. Asep Jamaludin, yang memiliki ghiroh yang kuat dalam perjuangan membesarkan NU di kabupaten Bandung ini," tuturnya.


Senada dengan itu, Bupati Kabupaten Bandung Dadang Supriatna yang merasa sangat kehilangan akan KH Asep Jamaludin, sosok yang dianggap sebagai gurunya, hingga dalam banyak kesempatan ia selalu mengulas bagaimana peran KH. Asep Jamaludin yang telah berperan besar, mensupport dirinya, hingga bisa menjadi Bupati untuk di kabupaten Bandung.


"saya masih teringat pada saat di kantor PCNU, KH. Asep Jamaludin bartannya pada saya, maksud dari saya yang berniat menjadi Bupati saat itu, dan saya jawab, untuk bisa memulyakan para ulama," ujarnya. 


"Dan Alhamdulillah, akhirnya oleh NU saya dihantarkan bisa menjadi Bupati seperti sekarang ini, sehingga apa yang menjadi kebijakan pemerintah kabupaten Bandung, insyaallah untuk memberikan yang terbaik bagi umat, dan alim ulama, sehingga apa yang pemerintah telah laksanakan, semoga juga menjadi amal jariyah, amal soleh dari guru kita semua, KH. Asep Jamaludin." Ujur Bupati Kabupaten Bandung mengenang KH. Asep Jamaludin saat di daulat membawakan pengantar dalam Tahlil hari ketiga beberapa hari ke belakang.


Sementara itu, salah seorang tokoh kabupaten Bandung sekaligus Anggota DPR RI komisi III, H Cucun Ahmad Syamsurizal, saat mengenang sosok Kiai Asep Jamaludin. Ia menyebut, almarhum sudah diangap sebagai kakaknya dan juga mentor dalam perjuangan membesarkan NU.


"KH. Asep merupakan seorang pejuang yang gigih memperjuangkan NU, itu saya rasakan sendiri, saat bersama-sama dengan kang Asep  waktu itu memperjuangkan NU di kabupaten Bandung ini, dimana NU termarjinalkan, dihambat untuk maju, tapi Kang Kiai Asep, terus saja maju memperjuangkan untuk membesarkan NU, dengan kegigihannya, hingga akhirnya kini hasilnya berbuah manis," paparnya.


"Pada saat Kiai Asep meninggal, di RS Jantung Jakarta, saya yang datang pada waktu itu, sempat geram, karena pihak rumah sakit menahan jenazah beliaunya, tidak bisa dibawa cepat pulang, dikarenakan prosedural yang berbelit, maka saya sampai bilang ke petugas di sana, tidak boleh menahan Jenazah, ini ATM saya, isinya ada 500 juta, ada sekretaris saya sengaja saya suruh tunggu di sini, karena ia yang tahu pin nya, saya minta Kiai harus segera bisa di bawa ke bandung, dan Alhamdulillah, Jenazah Kang Asep langsung bisa di bawa pulang." tandasnya.


Pewarta Bambang Melga Suprayogi


Kabupaten Bandung Terbaru