• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Selasa, 16 April 2024

Indramayu

Mahasiswa KKM Institut Padhaku Perkuat Moderasi Beragama di Kalangan Pelajar

Mahasiswa KKM Institut Padhaku Perkuat Moderasi Beragama di Kalangan Pelajar
Seminar moderasi beragama di Madrasah Tsanawiyah Negeri 6 Indramayu, Rabu (20/12/2023). (Foto: NU Online Jabar)
Seminar moderasi beragama di Madrasah Tsanawiyah Negeri 6 Indramayu, Rabu (20/12/2023). (Foto: NU Online Jabar)

Indramayu, NU Online Jabar
Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) kelompok 25 Institut Padhaku menjalin kerja sama dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Kementerian Agama (Kemenag) Indramayu menggelar seminar moderasi beragama. 


Acara yang berlangsung di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 6 Indramayu ini bertujuan untuk mendorong pemahaman yang moderat dalam beragama di kalangan pelajar.


Dengan mengundang narasumber seperti Ketua PCNU Indramayu KH M. Mustofa dan Kasi Bimas Islam Kemenag Indramayu H Rosidi, acara tersebut berhasil menjadi ruang diskusi antara peserta dan narasumber yang menjadi bagian penting dalam dalam mecipatakan suasana kebersamaan dan pemahaman yang inklusif terhadap moderasi beragama.


“Dalam upaya memperkuat moderasi beragama di kalangan pelajar,  kegiatan ini fokus pada penyampaian edukatif, bertujuan menguatkan sikap toleransi dan saling menghormati di tengah-tengah keberagaman kehidupan beragama di lingkungan kita,” kata Ketua KKM Desa Kedungwungu, Ari Abi Azis Bustomy, Rabu (20/12/2023).


Ari menekankan pentingnya moderasi beragama di kalangan pelajar saat ini. “Kita sebagai seorang yang terpelajar harus mampu saling menghormati perbedaan, baik itu berbeda agama maupun berbeda alira,” sambungnya.


Selain itu, menurutnya, pelajar juga harus mampu menghindari pemahaman yang bisa merusak persatuan antar anak bangsa, khususnya generasi muda.”Kita boleh berbeda, kita boleh mempunyai pilihan yang lain, tapi kita tetap Bhinneka Tunggal Ika," tegasnya.


Acara juga dihadiri oleh tokoh masyarakat dan pejabat daerah setempat, seperti H. Mansyur, S. Ag (Penyuluh Agama Kecamatan Krangkeng), H. Rijhadus Sholikin, S. Ag (Kepala MTsN 6 Indramayu), Pemerintah Desa Kedungwungu, Babinsa Kedungwungu, Dosen Pembimbing Lapangan Institut Padhaku. 


Para tokoh tersebut memberikan dukungan penuh terhadap upaya mahasiswa KKM kelompok 25 dalam menggelar kegiatan moderasi beragama di kalangan pelajar.


Dukungan juga datang dari Ketua PCNU Kabupaten Indramayu, KH M. Mustofa yang mengapresiasi kegiatan tersebut dalam sambutannya. “Ini suatu keberhasilan dan suatu perbedaan antara kader NU yang aktif dan yang tidak, di mana jika kader NU yang aktif pasti akan membuat kegiatan yang bernuansa keagamaan,” ujarnya. 


Ketua PCNU Indramayu berharap ke depan para pelajar bisa memahami dan saling menghargai setiap perbedaan yang ada. Menurutnya, nilai-nilai toleransi harus terus disebarkan kepada para pelajar agar mereka menghargai setiap perbedaan yang ada.


“Moderasi beragama harus terus digaungkan kepada para pelajar, karena di kalangan pelajar ini lah rentan sekali perbedaan menjadi suatu konflik. Oleh karena itu saya mengapresiasi betul upaya yang dilakukan Mahasiswa KKM Institut Padhaku dalam menggelar kegiatan Moderasi Beragama ini,” katanya.


Respons positif juga datang dari Kepala Mts Negeri 6 Indramayu H. Rijadhush sholihi dalam sambutannya. “Saya sangat mengapresiasi betul apa yang Mahasiswa KKM Institut Padhaku gelar, kegiatan semacam ini kami harapkan bisa menjadi kegiatan rutin setiap mahasiswa yang ber KKM di Desa Kedungwungu, selain kami merasa tersanjung karena sudah memilih tempat di sekolah kami, kita juga bisa untuk mengedukasi siswa siswi MTsN 6 Indramayu agar bisa saling bermoderat dalam beragama juga saling bertoleransi dalam segala hal,” katanya.


Ia berharap dengan adanya kegiatan seminar moderasi beragama ini siswa-siswi MTsN 6 Indramayu semakin sadar dalam menghargai perbedaan.


Kegiatan ini diikuti oleh 162 peserta seminar dari berbagai unsur, mulai dari pelajar, mahasiswa, pemuda desa, dan juga pemerintah serta aparat setempat.


Pewarta: Khoerazi


Indramayu Terbaru