• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Selasa, 27 Februari 2024

Hikmah

KOLOM BUYA HUSEIN

Toleransi Atas Nama Agama

Toleransi Atas Nama Agama
Toleransi Atas Nama Agama
Toleransi Atas Nama Agama

Dalam acara "Strengthening the Culture of Tolerance by Maintreaming, The United Nations Human Right Council Resolution 16/18", selama dua hari, 29-30, Agustus, 2023, di Jakarta, semua pembicara dari berbagai negara di dunia, menyampaikan pandangan yang sama. Agama hadir untuk kemanusiaan. Jika diringkas ia berbunyi :


الاديان كلها طرق للفضيلة والصلاح والوءام والعدل والرحمة والسماحة والمحبة والسلام لاللفساد والجهل والظلم والافتراق والبغضاء والعنف وهذا هو الغرض من الاديان


"Semua agama hadir untuk membimbing manusia ke jalan hidup utama, menciptakan kehidupan sosial yang baik, persaudaraan, keadilan, kasih sayang, toleran dan cinta bukan untuk menciptakan kerusakan, membodohi, permusuhan, saling membenci dan kekerasan. Ini adalah tujuan semua agama'.


Dan semua pembicara menyampaikan saran-saran yang sama. Intinya : Dialog dan Pendidikan sebagai cara menyelesaikan konflik.


Seorang teman duduk memberikan komentar: itu seratus persen benar. Itu normatif. Tetapi fakta-fakta sepanjang sejarah manusia. Konflik-konflik dan kekerasan antar manusia tak pernah usai, terus terjadi dan berlangsung di negara-negara beragama. Dan masing-masing pihak menggunakan teks-teks agama untuk membenarkan pandangannya. Ya semuanya mengatasnamakan agama dan menyebut-nyebut Tuhan.


Jadi bagaimana ini bisa terjadi, mengapa dan apa akarnya?.


Jika Pendidikan menjadi cara, maka pendidikan yang bagaimana dan seperti apa?.


Aku hanya bisa mengomentari.


Menarik sekali pertanyaanmu. Benar sekali. Sepanjang sejarah peradaban manusia, konflik antar pengikut agama, bukan berakar dari ajaran suci agama, melainkan karena hasrat/ambisi manusia untuk berkuasa dan menguasai segala. Agama dimanipulasi dan dijadikan alat/senjata untuk merebut kekuasaan.


Hal lain adalah berkembangnya paham Materialisme-pragmatis. (Intisyar wa Istila’ al-Mabadi al-Maddiyyah). Dan semakin meningkatnya egoisme dan Arogansi (al-Ananiyyah wa al-Takabbur).


KH Husein Muhammad, salah seorang Mustasyar PBNU


Hikmah Terbaru