Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Mengembalikan Tradisi Keilmuan Islam yang Hilang (1)

Mengembalikan Tradisi Keilmuan Islam yang Hilang (1)
iLUSTRASI: NUO
iLUSTRASI: NUO

Sungguh menarik mengamati pergolakan pemikiran dan kegelisahan kaum muslimin dalam beberapa tahun belakangan ini. Sejumlah pemikir baru dengan penuh semangat melakukan serangkaian kritik-kritik secara tajam atas tradisi keilmuan kaum muslimin yang telah berlangsung berabad-abad lamanya.


Meskipun sebagian mereka menghadapi resistensi yang keras dari kaum muslimin konservatif, ortodoks, radikal, mereka terus melakukan refleksi-refleksi rekonstruktif (untuk tidak menyebut dekonstrutif), atas wacana-wacana pemikiran Islam konvensional klasik, produk peradaban abad pertengahan, terutama menyangkut ilmu-ilmu keislaman tradisional. 


Gairah intelektual kritis ini bukan tanpa alasan yang mendasar. Sebab diakui atau tidak, kita memang menyaksikan betapa realitas peradaban kaum muslimin sejak lebih dari sepuluh abad berada dalam situasi stagnan atau mandeg.


Wacana keagamaan disampaikan dalam siklus yang berulang dan berputar-putar, meski berada dalam zaman dan dunia yang terus bergerak dan berjalan cepat ke depan. Para sarjana Islam telah kehilangan daya kreatifitasnya. Mereka tidak lagi mampu menghasilkan karya-karya ilmiyah orisinal dan inovatif yang mampu memberikan sumbangan bagi peradaban manusia, sebagaimana masa-masa Islam awal bahkan juga tidak mampu untuk menyelesaikan problem-problem kehidupan mereka sendiri. Konflik internal terus berlangsung di banyak negara berpenduduk mayoritas muslim.


Tidak dapat dielakkan bahwa mereka kini justru menjadi konsumen produk-produk modernitas barat. Keunggulan ilmu pengetahuan dan teknologi barat modern telah menjebak kaum muslimin dalam perangkap yang tidak bisa dilepaskan. Pikiran dan perilaku keseharian mereka telah dirasuki pikiran barat. Tetapi hal paling menyedihkan adalah bahwa keadaan kehidupan kaum muslimin sendiri yang terus terpuruk dan tertindas. Wajah-wajah yang memelas dan tubuh yang lunglai terus mewarnai kehidupan mereka.


KH Husein Muhammad, salah seorang Mustasyar PBNU

Terkait

Hikmah Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×