• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Selasa, 18 Juni 2024

Hikmah

Kolom Buya Husein

Kitab Ihya Tetap Eksis Dikagumi

Kitab Ihya Tetap Eksis Dikagumi
Kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al Ghazali. (Sumber Foto: FB Husein Muhammad).
Kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al Ghazali. (Sumber Foto: FB Husein Muhammad).

Oleh: KH Husein Muhammad
Sejumlah teman ingin tahu kitab Ihya Ulum al Din, kitab yang diaji kiai Ulil Absar Abdallah yang terkenal itu. Katanya ada "tetangga" sebelah kanan yang mengkritik habis kitab itu lantaran banyak sekali hadits dhaif, lemah. Tetangga sebelah kiri mengecamnya karena "membunuh" intelektualisme. 

 

Aku bilang : Tak ada pandangan atau pikiran seseorang atau sekelompok orang yang dipahami secara tunggal. Karena setiap orang memiliki pendekatan keilmuan dan perspektif yang berbeda-beda. Imam al Ghazali dengan karya magnum opusnya ini : "Ihya Ulum al Din", juga begitu. Ada yang mengagumi, memuji dan mengikuti dan ada yang menolak, mencaci dan mensesatkan. 

 

Meski banyak orang mengkritik Imam Abu Hamid al-Ghazali, tetapi beliau tetap saja eksis sepanjang zaman. Kitab al-Ihya telah dicetak beribu kali di seluruh dunia Islam sampai hari ini dan entah sampai kapan. Kitab ini masih terus dibaca dan dikaji dengan penuh minat dan gairah di pesantren-pesantren dan pusat-pusat pendidikan Islam. Kritik, tuduhan dan kecaman sejumlah ahli hadits, sejumlah ahli fiqh dan beberapa filsuf terhadapnya, tak membuat berjuta-juta pengagumnya surut untuk terus memujinya, mengagumi dan membelanya. 

 

Begitu al-Ghazali wafat (1111 H), dunia meratapinya berhari-hari, berbulan-bulan dan bertahun-tahun. Para pemujanya, dengan rintihan dan sedu-sedan yang menggamit relung hati, menyenandungkan koor madah ini:

 

ابا حامد انت المخصص بالحمد
وانت الذى علمتنا سنن الرشد
وضعت لنا ”الاحياء“ يحيي نفوسنا
وينقذنا من ربقة المارد المردى

 

O, Abu Hamid, engkaulah yang patut dikagumi
Engkau ajarkan kepada kami jalan kebenaran
Engkau beri kami “al-Ihyâ`” 
Membuat jiwa kami bergairah
Ia lepaskan kami dari  belenggu petaka 
yang menyesatkan. 

 

Mereka juga menyenandungkan puisi ini :   

 

وإذا الحبيب اتى بذنب واحد
جاءت محاسنه بألف شفيع

 

Bila pun kekasih, taruhlah
datang membawa satu luka yang mencoreng
Tetapi ia juga membawa seribu wajah keindahan

 

Ada ucapan al Ghazali yang dikutipnya dari Imam al Syafi'i :

 

وعين الرضا عن كل عيب كليلة.  
ولكن عين السخط تبدى المساويا

 

"Mata yang mencinta melihat yang dicinta serba benar dan indah".
"Mata yang membenci melihat yang dibenci seluruhnya salah dan buruk rupa".
(Imam al-Syafi'i).


Hikmah Terbaru