• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Selasa, 16 April 2024

Hikmah

Bulan Gus Dur

Haul Gus Dur dan Tarian Darwish

Haul Gus Dur dan Tarian Darwish
(Sumber Ilustrasi: NU Online).
(Sumber Ilustrasi: NU Online).

Oleh: KH Husein Muhammad
Haul Gus Dur V, 27 Desember 2014, di Ciganjur, mungkin akan menjadi sangat istimewa, tak biasa, unik dan klasik. Kelak acara yang menurutku paling menarik  adalah pentas Tarian sufi. Orang Barat menyebutnya “Whirling Dervishes”, tarian Darwish berputar. Di Konya, Anatolia, Turki Asia orang menyebutnya “Sama’”, atau Sema, sebuah tarian spiritual yang diringi alat music flute : Ney, seruling. Ia diciptakan oleh Maulana Jalal al-Din Rumi, sang sufi penyair terbesar setelah berguru pada Syams Tabrizi, sang darwis mesterius.

Tarian ini  menjadi cara Rumi mengungkapkan kerinduan yang sangat mendalam kepada Tuhan, Sang Kekasih.

Aku telah beberapa kali menyaksikan tarian ini ketika di Istanbul ; kadang sambil menikmati kopi atau teh Turki di sebuah Kafe, kadang dalam pertunjukan untuk para turis di halaman museum Aya Sofia yang antic nan anggun. Sayang dalam perjalanan spiritualku beberapa bulan lalu tahun ini, ke Muzesi Maulana, tempat sang sufi, Jalal al-Din Rumi di istirahkan, di Konya, aku tak sempat menyaksikannya. Situasi tak memungkinkan. Tetapi kesan paling mendalam adalah manakala aku menikmati tarian ini dalam ritual mistik tarekat Mawlawi yang diselenggarakan di sebuah ‘Zawiyah’, padepokan para Darwish, di sebuah lorong di kota Istanbul yang sepi dan antik. Di tempat itu aku menyaksikan para pengikut tarekat duduk melingkar, menunggu sang “mursyid” yang tampak sangat kharismatik.

Begitu ia tiba dan menyampaikan salam mereka menunduk sambil menjawab salamnya. Sang Mursyid yang kemudian mengambil tempat di tengah memulai dengan membaca shalawat atas Nabi.

Pada awalnya aku ikut dalam barisan lingkaran sambil mengikuti bacaan shalawat itu. Tetapi begitu zikir dimulai, aku diminta bergeser ke belakang, di luar barisan para darwis. “Anda belum menjadi “darwis”, belum jadi pengikut Tarekat Maulawiyah”, kata seseorang yang memintaku mundur itu. Aku mundur, sambil terus mengikuti irama zikir mereka. Sang penari Darwis dengan pakaian khasnya kemudian masuk ke tengah lingkaran, menunduk hormat dan mulai menari berputar-putar mengikuti irama zikir dalam koor yang syahdu. 

Para darwis itu kemudian berdiri sambil meneruskan zikir dan bergerak berputar menuju lingkaran kedua, ketiga dan ke titik pusat di mana “sang mursyid” berada.  Zikir  “La Ilaha Illa Allah” terus diucapkan pelahan sampai cepat dan berubah menjadi “Huu”. Ketika “Huu” dihembuskan, suasana menjadi hening. Irama zikir itu berpadu dalam gemuruh indah, menggetarkan, diiringi suara Ney yang mendayu-dayu, bagai seseorang merindukan kekasih. Sesekali  seorang melantunkan puisi-puisi mabuk, karya Maulana dalam “Matsnawi i Ma’nawi”. Tarian dan musik spiritual adalah audisi dan visi dari Kehadiran Tuhan.

“Sudah terlalu sering dan banyak kau menari untuk dunia. Kini saatnya kau menari bagi Kekasih. Sudahi mengejar baying-bayang. Sekarang datanglah ke pangkuan Kekasih”. 

Burung jiwa membentangkan sayapnya dan terbang ke dunia spiritual yang maha luas dan tak terbatas, dalam kegembiraan yang penuh. Sa’d al-Din Hamuyah menggubah puisi indah :

Ketika hati menikmati konser music spiritual (Sama’)
Ia akan merasakah kehadiran Sang Kekasih
Membawa jiwa ke peraduan tempat segala rahasia semesta

Tanggal 27-desember, di rumah Gus Dur, mungkin kita akan menikmati “Sama’”, Whirling Dervishes itu. Dan, konon, kelak akan dibacakan pula puisi berbahasa Arab untuk Gus Dur, dan ceramah kebudayaan oleh penyair Clurit dari Madura : Kiyai Zawawi Imran, dan cerita humor Gus Dur oleh seniman Kirun. Ini adalah Haul yang dibalut dalam suasana Seni Budaya.

Datanglah kekasih, ke Ciganjur
Sebentar saja
Dengan penuh hasrat, 
Dan menumpahkan rindu 
Dan nestapa

Sumber: FB Husein Muhammad


Editor:

Hikmah Terbaru